Harga Minyak Dunia Ambles 11 Persen Usai Iran Buka Selat Hormuz

4 hours ago 2

Sabtu, 18 April 2026 - 13:30 WIB

Jakarta, VIVA Harga minyak dunia mengalami penurunan tajam setelah Iran mengumumkan bahwa jalur pelayaran strategis Selat Hormuz kembali dibuka untuk kapal-kapal komersial. Sentimen ini langsung mendorong reli di pasar saham Amerika Serikat (AS), bahkan membuat dua indeks utama Wall Street mencetak rekor tertinggi baru.

Selat Hormuz merupakan jalur penting perdagangan energi global karena menjadi pintu utama distribusi minyak dari kawasan Timur Tengah ke berbagai negara. Ketika akses di wilayah ini terganggu akibat konflik geopolitik, harga minyak biasanya melonjak tajam karena kekhawatiran terhadap pasokan global.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, pada Jumat, 17 April 2026, pasar justru merespons positif usai Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa Selat Hormuz kembali terbuka selama masa gencatan senjata berlangsung.

“Sejalan dengan gencatan senjata di Lebanon, jalur untuk semua kapal komersial melalui Selat Hormuz dinyatakan sepenuhnya terbuka selama sisa periode gencatan senjata, melalui rute terkoordinasi seperti yang telah diumumkan oleh Organisasi Pelabuhan dan Maritim Republik Islam Iran,” tulis Abbas Araghchi dalam unggahannya di platform X.

Pernyataan tersebut langsung memicu penurunan harga minyak mentah secara signifikan. Melansir dari NBC News, Sabtu, 18 April 2026, harga minyak mentah AS (U.S. crude oil) turun 11,4 persen menjadi US$83,85 per barel atau setara Rp1,42 juta per barel, menjadi level terendah sejak 10 Maret.

Sementara itu, minyak mentah Brent internasional juga merosot 9 persen menjadi US$90,38 per barel atau sekitar Rp1,53 juta per barel.

Penurunan ini menjadi salah satu penurunan harian terbesar sejak perang dimulai. Tidak hanya itu, kontrak berjangka minyak pemanas yang menjadi acuan bahan bakar jet juga turun 10 persen, sedangkan kontrak bensin grosir RBOB turun 5 persen.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Presiden Amerika Serikat Donald Trump turut merespons kabar tersebut melalui platform Truth Social. “Iran baru saja mengumumkan bahwa Selat Iran sepenuhnya terbuka dan siap untuk lalu lintas penuh. Terima kasih!”

Namun, Trump juga menegaskan bahwa blokade laut terhadap Iran masih tetap diberlakukan. “Blokade angkatan laut akan tetap berlaku penuh terhadap Iran saja, sampai transaksi kami dengan Iran 100 persen selesai.”

Halaman Selanjutnya

Analis GasBuddy Patrick De Haan menilai penurunan harga minyak ini berpotensi cepat menurunkan harga bahan bakar bagi konsumen. “Ini bisa mempercepat penurunan harga bahan bakar mulai akhir pekan ini dengan rata-rata nasional kemungkinan turun di bawah US$4 per galon hingga mungkin US$3,65-US$3,85,” tulis De Haan.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |