Jakarta, VIVA - Lembaga riset global Counterpoint memperingatkan potensi kenaikan harga smartphone atau ponsel pintar tahun ini seiring dengan meningkatnya biaya komponen RAM memori.
Mengutip situs GSM Arena, Rabu, 11 Maret 2026, biaya RAM untuk smartphone telah meningkat sebesar 50 persen dari kuartal ke kuartal (Q-to-Q), sementara biaya penyimpanan NAND telah meningkat lebih dari 90 persen di periode yang sama.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Harga eceran yang lebih tinggi tidak dapat dihindari karena kenaikan biaya akan diteruskan ke konsumen," kata Analis Senior Counterpoint Shenghao Bai. Biaya memori yang meningkat cukup berdampak pada Bill of Materials (BoM) atau biaya material untuk ponsel pintar.
Menurutnya, kategori smartphone kelas bawah (di bawah US$200 atau Rp3,3 juta) menjadi yang paling terpukul. Saat membuat ponsel pintar entry-level alias murah dengan RAM LPDDR4X 6GB dan penyimpanan eMMC 128GB, produsen harus menghabiskan 43 persen dari total BoM ponsel untuk memori.
Persentase itu meningkat 25 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. Untuk membuat ponsel pintar kelas menengah (US$400-600 atau Rp6,7 juta - Rp10 juta) yang memiliki ciri khas konfigurasi memori 8GB RAM LPDDR5X dan penyimpanan UFS 4.0 256GB, para produsen akan menghabiskan 15 persen lebih banyak untuk RAM dan 11 persen lebih banyak untuk penyimpanan.
Perkiraan di atas berlaku untuk ponsel yang dirakit pada kuartal I 2026, sementara pada kuartal II, biaya RAM diperkirakan naik 20 persen dan penyimpanan 16 persen.
Ponsel pintar atau smartphone kelas atas (di atas US$800 atau Rp13 juta) mungkin memiliki marjin yang lebih besar untuk membantu menyerap dampak kenaikan harga, namun, kelas pasar itu juga menghadapi masalah tambahan yaitu harga chipset 2nm flagship cukup mahal.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Counterpoint memperkirakan bahwa BoM akan naik sebesar US$100-150 (Rp1,5 juta - Rp2,6 juta) pada kuartal II untuk ponsel pintar dengan RAM LPDDR5X HKMG 16GB dan penyimpanan UFS 4.1 512GB. Komponen RAM akan menyumbang 23 persen dari BoM dan penyimpanan akan menyumbang 18 persen.
Dengan semua perkiraan biaya material yang meningkat, maka biaya untuk smartphone yang beredar di pasaran juga mengalami peningkatan.
Halaman Selanjutnya
Counterpoint memperkirakan ponsel pintar kelas bawah akan menjadi lebih mahal sekitar US$30 (Rp500 ribuan). Smartphone premium akan mengalami kenaikan harga sebesar US$150-200 (Rp1,5 juta - Rp2,6 juta).

2 days ago
2











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479806/original/021929400_1768990958-makanan_beku_sehat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500390/original/054028400_1770863825-IMG01145.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)
