Heboh! Dana Rp263 Triliun untuk Gaza Dialihkan Trump untuk Israel

11 hours ago 1

Jumat, 17 April 2026 - 00:10 WIB

VIVA –Presiden Amerika Serikat, Donald Trump kembali jadi sorotan setelah muncul laporan dari media Lebanon, Al Akhbar baru-baru ini. Dalam laporan itu disebut Trump mengalihkan dana sebesar 17 miliar dolar AS atau setara Rp 263,5 triliun yang awalnya disiapkan untuk Jalur Gaza ke pihak Israel.

Dalam laporan itu disebutkan bahwa pengalihan dana ini terjadi di tengah serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang dimulai pada 28 Februari. Laporan terbaru ini kemudian memicu kontroversi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mengutip laman presstv.ir, Jumat 17 April 2026, Nickolay Mladenov yang menjabat sebagai Perwakilan Tinggi Dewan Perdamaian yang dibentuk AS telah memberi tahu komite administrative yang mengelola Jalur Gaza bahwa dana yang sebelumnya dijanjikan kini sudah habis sepenuhnya. Dana tersebut awalnya ditujukkan untuk mendukung pembangunan kembali Gaza namun kini disebut telah dialihkan ke pihak Israel.

Mengutip sumber yang mengetahui persoalan ini, media Lebanon itu melaporkan bahwa dalam sebuah konferensi di Davos pada bulan Januari lalu, Ketua Komite, Ali Shaath menerima berbagai janji bantuan keuangan yang ditujukkan untuk sekitar 350 ribu keluarga.

Bantuan keuangan itu mencakup bantuan tunai sebesar 500 dolar atau setara Rp 7,75 juta untuk tokoh masyarakat dan pemimpin kelompok setempat serta penyediaan 20 ribu unit hunian sementara. Namun sayangnya hingga kini tidak satupun terealisasi.

Mladenov disebut beralasan bahwa tidak adanya visi yang jelas dan keterbatasan dana menjadi penyebabnya. Padahal menurut laporan itu, dana tersebut justru telah dialihkan ke Israel di tengah berlangsungnya agresi AS–Israel terhadap Iran.

Laporan ini juga mengungkap manuver politik di balik layar. Sebelum bertemu dengan Mladenov, Shaath sempat berdiskusi dengan mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair, yang sebelumnya sempat dipertimbangkan untuk mengisi peran pengawas dalam komite tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Blair menyarankan agar Shaath tidak terlibat dalam aktivitas politik dan hanya fokus pada bantuan kemanusiaan.

Namun, saran tersebut bertolak belakang dengan arahan Mladenov. Ia meminta Shaath untuk tidak menyampaikan sikap apa pun terkait kondisi di Gaza bahkan dalam konteks kemanusiaan  serta menghentikan seluruh kegiatan operasional komite di wilayah tersebut.

Halaman Selanjutnya

Kondisi yang semakin membingungkan dan membuat kerja komite lumpuh ini mendorong berbagai faksi Palestina untuk meminta Shaath kembali ke Gaza. Namun, Shaath menyerahkan keputusan itu kepada Mladenov, yang dianggap mewakili pimpinan tertinggi Dewan Perdamaian.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |