Rabu, 25 Februari 2026 - 09:20 WIB
Prancis, VIVA – Publik kembali dibuat heboh dengan foto penangkapan mantan Duke of York yang juga adik dari Raja Charles, Andrew Mountbatten-Windsor yang terpajang di Museum Louvre Paris Prancis. Usut punya usut foto penangkapan Andrew Mountbatten yang menggantung di museum kenamaan dunia itu merupakan insiasi dari kelompok kampanye politik asal Inggris, Everyone Hates Elon.
Melansir laman The Guardian, foto yang dipajang tersebut memperlihatkan Andrew terduduk lesu di kursi belakang mobil Range Rover setelah dirinya keluar dari kantor polisi usai penangkapannya. Foto itu diambil oleh fotografer Reuters, Phil Noble pada Kamis pekan lalu.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sebagaimana diketahui, Andrew ditangkap di kediamannya di Sandringham atas dugaan pelanggaran dalam jabatan publik. Dirinya kemudian dibawa dan menjalani 11 jam pemeriksaan di kantor polisi Aylsham di Norfolk.
Di bawah bingkai foto penangkapan Andrew itu ditempelkan sebuah kartu bertuliskan “He’s Sweating Now (Sekarang dia yang berkeringat)” dengan angka 2026 di bawahnya.
Foto penampakan Andrew Mountbatten di Museum Louvre Prancis
Everyone Hates Elon mengklaim menyasar para miliarder dan politisi rekanan mereka lewat aksi-aksi provokatif. Sebelumnya, mereka pernah memasang poster bergambar pemain klub Manchester United dengan tulisan “imigrasi telah berbuat lebih banyak untuk kota ini dibanding para miliarder pengemplang pajak,” menyusul pernyataan pemegang saham terbesar klub itu, Jim Ratcliffe, yang menyebut Inggris dijajah oleh imigran.
Kelompok ini juga pernah membentangkan spanduk raksasa di Piazza San Marco, Venesia, saat pernikahan Jeff Bezos berlangsung di kota tersebut. Spanduk itu bertuliskan “Jika Anda bisa menyewa Venesia untuk pernikahan Anda, Anda bisa membayar pajak lebih banyak.”
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sebagai informasi, mantan Duke of York itu ditangkap pada Kamis, bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-66, atas dugaan pelanggaran dalam jabatan publik. Ia menghadapi tuduhan mengirimkan informasi rahasia pemerintah kepada terpidana kasus kejahatan seksual anak, Jeffrey Epstein, saat menjabat sebagai utusan perdagangan antara 2001 hingga 2011. Email yang dirilis oleh US Department of Justice pada Januari tampaknya menunjukkan ia membagikan laporan kunjungan resmi.
Mountbatten-Windsor belum dapat dimintai komentar, namun sebelumnya ia membantah melakukan pelanggaran terkait Epstein. Hubungannya dengan mendiang pengusaha keuangan yang tersandung skandal itu membuatnya mundur dari tugas-tugas kerajaan, dan pada Januari 2022 ia juga dicabut dari berbagai patronase kerajaan yang dipegangnya.
Halaman Selanjutnya
Penggeledahan oleh polisi di bekas kediamannya di kawasan Windsor, Berkshire, dimulai pada Kamis dan diperkirakan selesai pada Senin.

3 hours ago
1










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483119/original/012006700_1769331674-WhatsApp_Image_2026-01-25_at_15.28.21.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5488987/original/040536100_1769773426-Nobel.jpeg)
