VIVA –Program relawan MBG kini membuka kesempatan lebih luas bagi masyarakat. Jika sebelumnya perekrutan relawan identik dengan batas usia tertentu, kini aturan tersebut mulai dilonggarkan sehingga masyarakat dari berbagai kelompok umur dapat ikut bergabung.
Anggota DPR Hillary Brigitta
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kebijakan baru ini disebut menjadi bagian dari upaya memperbesar keterlibatan publik dalam berbagai kegiatan sosial dan pelayanan masyarakat yang dijalankan relawan MBG. Dengan dibukanya kesempatan tanpa batas usia, partisipasi warga diharapkan semakin meningkat.
Perubahan aturan tersebut langsung mendapat perhatian masyarakat, terutama dari kalangan usia dewasa dan lanjut usia yang sebelumnya merasa terbatas untuk ikut terlibat dalam kegiatan kerelawanan. Kini mereka memiliki peluang yang sama untuk berkontribusi sesuai kemampuan masing-masing.
Menurut Anggota DPR RI, Hillary Brigitta Lasut memberikan apresiasi terhadap langkah cepat Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, yang membatalkan pembatasan usia maksimal 50 tahun bagi relawan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurut Hillary, keputusan tersebut menjadi kebijakan yang lebih inklusif dan manusiawi karena membuka kesempatan bagi siapa saja yang masih sehat dan produktif untuk ikut terlibat dalam program nasional tersebut.
“Di luar negeri, dunia profesional dan aktivitas sosial tidak lagi melihat angka usia sebagai hambatan utama. Yang dinilai adalah kondisi kesehatan, kemampuan, dan semangat kerja seseorang,” ujar Hillary.
Legislator muda itu menilai kebijakan baru BGN mencerminkan cara pandang modern yang mulai menghapus diskriminasi usia dalam dunia kerja maupun kegiatan sosial. Ia optimistis langkah tersebut dapat membawa dampak besar terhadap pembangunan sumber daya manusia di Indonesia.
Menurut Hillary, program Makan Bergizi Gratis bukan hanya berfokus pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga memiliki efek ekonomi yang nyata, khususnya bagi warga di daerah pedesaan yang menggantungkan tambahan penghasilan dari aktivitas sebagai relawan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ia mengungkapkan, jika pembatasan usia tetap diterapkan secara ketat, banyak masyarakat desa berpotensi kehilangan sumber pemasukan yang selama ini membantu memenuhi kebutuhan keluarga.
“Hampir saja banyak relawan terdampak secara ekonomi jika aturan batas usia diterapkan secara kaku. Bagi masyarakat desa, pendapatan sebagai relawan ternyata cukup membantu meningkatkan daya beli keluarga mereka,” katanya.
Halaman Selanjutnya
Hillary juga menyebut keberadaan relawan dalam program MBG memiliki efek domino terhadap perputaran ekonomi lokal. Meski nominal penghasilannya tidak besar, uang yang beredar di masyarakat dinilai mampu membantu aktivitas ekonomi di tingkat bawah tetap berjalan.

5 days ago
8











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364675/original/098242200_1759123308-padel_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5555113/original/019639800_1776143107-Mahasiswa_UI_diduga_lakukan_pelecehan_seksual__2_.jpeg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556554/original/020780300_1776253850-BPJS_Kesehatan.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3301494/original/038090600_1605800346-Tips.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5030100/original/095728600_1732950329-ciri-ciri-urine-penderita-diabetes.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457086/original/001907200_1766985704-mohammad-o-siddiqui-uXIx0Ss3b-c-unsplash.jpg)