Jakarta, VIVA – Tren gaya hidup berbasis alam kini semakin berkembang di tengah masyarakat modern. Di berbagai kota besar, aktivitas merawat tanaman bukan lagi sekadar hobi sampingan, melainkan telah menjadi bagian dari gaya hidup yang mencerminkan kepedulian terhadap kesehatan mental, kualitas lingkungan, hingga estetika hunian.
Fenomena ini terlihat dari meningkatnya minat masyarakat terhadap tanaman hias, urban farming, hingga dekorasi rumah bernuansa hijau yang ramai dibagikan di media sosial.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Perubahan pola hidup pascapandemi juga menjadi salah satu faktor yang mendorong masyarakat semakin dekat dengan alam. Banyak orang mulai mencari aktivitas yang mampu memberikan ketenangan di tengah padatnya rutinitas dan tekanan pekerjaan. Merawat tanaman dianggap sebagai kegiatan sederhana namun memberikan efek relaksasi yang nyata. Kehadiran tanaman di rumah dipercaya dapat menciptakan suasana lebih segar, nyaman, dan membantu mengurangi stres.
Selain memberikan manfaat psikologis, tren merawat tanaman juga berkaitan erat dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan dan keberlanjutan. Konsep hunian hijau, penggunaan ruang terbuka kecil untuk bercocok tanam, hingga kebiasaan mengoleksi tanaman lokal kini semakin populer di kalangan generasi muda.
Tidak sedikit pula komunitas pecinta tanaman bermunculan dan aktif mengadakan kegiatan edukasi tentang flora serta pelestarian lingkungan.
“Kami melihat industri tanaman yang terus berkembang dan memiliki potensi besar, baik dari sisi ekonomi maupun dalam mendukung kualitas lingkungan, keberlanjutan, dan gaya hidup masyarakat yang semakin dekat dengan alam. Namun, di tengah pertumbuhan tersebut, penting bagi seluruh pelaku industri dan masyarakat untuk tetap memperhatikan aspek keamanan hayati melalui kepatuhan terhadap regulasi dan prosedur karantina tumbuhan. Melalui FLOII Expo 2026, kami berharap tercipta kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat dalam membangun industri tanaman yang sehat, aman, dan berkelanjutan,” jelas Abdul Rahman selaku Direktur Tindakan Deputi Bidang Karantina Tumbuhan Badan Karantina Indonesia.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa tren flora dan gaya hidup berbasis alam bukan sekadar fenomena sementara. Aktivitas merawat tanaman kini telah berkembang menjadi simbol gaya hidup modern yang lebih sehat, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Di tengah kehidupan urban yang serba cepat, kehadiran tanaman memberi ruang bagi masyarakat untuk kembali terhubung dengan alam sekaligus menciptakan kualitas hidup yang lebih baik.
Halaman Selanjutnya
Fenomena meningkatnya tren pecinta tumbuhan turut mendorong pertumbuhan industri tanaman hias di Indonesia. Pameran, bazar tanaman, hingga festival florikultura kini semakin sering digelar dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Salah satunya terlihat melalui Floriculture Indonesia International Expo 2026 atau FLOII Expo 2026. Acara tersebut menjadi penanda dimulainya rangkaian pameran tanaman berskala internasional yang akan berlangsung pada 17–20 September 2026 di Hall 3A, ICE BSD City, Tangerang.

2 hours ago
3











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364675/original/098242200_1759123308-padel_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5555113/original/019639800_1776143107-Mahasiswa_UI_diduga_lakukan_pelecehan_seksual__2_.jpeg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556554/original/020780300_1776253850-BPJS_Kesehatan.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3301494/original/038090600_1605800346-Tips.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5030100/original/095728600_1732950329-ciri-ciri-urine-penderita-diabetes.jpg)