Houthi Bikin Konflik Timur Tengah Makin Memanas, Seberapa Kuat dan Benarkah Sulit Dikalahkan?

22 hours ago 2

Selasa, 22 September 2026 - 00:12 WIB

VIVA –Konflik antara Amerika Serikat dan Iran masih berlangsung hingga saat ini. Setelah berbulan-bulan tanpa tanda-tanda penyelesaian, Presiden AS Donald Trump kembali melontarkan peringatan keras kepada Iran.

Trump menyebut Iran akan menghadapi kehancuran ekonomi hingga kehilangan kepemimpinan jika tidak mencapai kesepakatan. Menanggapi ancaman tersebut, militer Iran memperingatkan akan memberikan balasan keras jika AS melancarkan serangan baru.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sekutu Amerika Serikat di kawasan Teluk telah mengalami dampak besar akibat perang yang dilancarkan AS dan Israel tanpa peringatan sebelumnya. Perang tersebut membuat sejumlah kota di kawasan itu menjadi sasaran serangan Iran dan menghantam perekonomian mereka. Kondisi semakin parah setelah jalur pelayaran penting di Selat Hormuz diblokade.

Pada Sabtu, situasi semakin memburuk setelah kelompok Houthi yang didukung Iran di Yaman melancarkan serangan rudal dan drone ke ibu kota Arab Saudi, Riyadh. Serangan itu terjadi setelah kelompok tersebut memperoleh sejumlah kemajuan militer dalam perang saudara di Yaman yang kembali berkobar awal bulan ini.

Menyusul dengan serangan yang dilancarkan Houthi, seberapa besar kekuatan kelompok tersebut? Apakah kelompok tersebut menjadi 'Hezbullah Baru' di Timur Tengah?

Melansir laman DW Internasional, Selasa 22 September 2026, jika dulu kelompok Hizbullah dianggap sebagai poros perawalan yang begitu kuat. Namun kini sayap bersenjata Hezbollah dinilai tidak lagi sekuat sebelumnya setelah melemah akibat serangkaian serangan Israel dan kehilangan basisnya di Suriah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebaliknya, Houthi kini tampak melakukan sejumlah hal yang belum pernah berhasil dilakukan Hezbollah. Salah satunya bisa terlihat saat kelompok tersebut menembak jatuh jet tempur F-15 milik Arab Saudi pekan ini menggunakan rudal yang menurut kelompok tersebut telah mereka modifikasi sendiri.

Hezbollah memang pernah menembak jatuh drone besar milik Israel dan beberapa kali menargetkan jet tempur, tetapi tidak pernah berhasil mengenai pesawat tempur tersebut. Lantas, apakah Houthi mulai mengambil posisi Hezbollah sebagai kekuatan yang berpotensi menjadi salah satu yang paling penting, sekaligus mungkin lebih berbahaya, dalam poros perlawanan? Houthi memang belum harus berhadapan langsung dengan Israel karena secara geografis mereka berada cukup jauh.

Halaman Selanjutnya

"Namun, saya kira mereka (Houthi) kini telah menjadi jauh lebih berharga daripada yang mungkin pernah dicapai Hezbollah. Tentu saja, Hezbollah memiliki pengalaman selama puluhan tahun dan kelompok inilah yang selama bertahun-tahun membantu membangun kemampuan Houthi. Namun, sekarang Houthi sudah melampaui mereka," kata peneliti yang fokus pada isu Yaman di lembaga kajian Chatham House yang berbasis di Inggris, Farea al-Muslimi.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |