Hujan Hitam Turun di Iran Usai Serangan Israel, Ilmuwan Peringatkan Dampak Serius Bagi Kesehatan

4 days ago 3

Rabu, 11 Maret 2026 - 13:00 WIB

Iran, VIVA – Fenomena hujan hitam yang turun selama beberapa hari di Tehran menjadi perhatian para ilmuwan. Mereka memperingatkan bahwa hujan tersebut berpotensi menimbulkan dampak jangka panjang bagi kesehatan manusia maupun lingkungan.

Hujan hitam yang melanda Iran dalam beberapa hari terakhir ini terjadi setelah serangan udara Israel terhadap sejumlah fasilitas minyak di negara itu yang memicu kebakaran besar pada Sabtu lalu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut organisasi pemantau lingkungan konflik Conflict and Environment Observatory (CEOBS) yang berbasis di Inggris, empat fasilitas minyak utama menjadi sasaran serangan, yaitu depot minyak di Karaj, Shehran, dan Aghdasiyeh, serta kilang minyak di Tehran. Kilang di Teheran sendiri memiliki kapasitas pengolahan sekitar 225.000 barel minyak per hari.

Melansir laman ABC Australia, Rabu 11 Maret 2026, ketika bahan bakar fosil seperti minyak, batu bara, dan gas terbakar, proses pembakaran akan melepaskan berbagai senyawa beracun ke atmosfer. Zat-zat tersebut antara lain hidrokarbon, nitrogen oksida, sulfur dioksida, logam berat, serta partikel halus. Kebakaran besar ini menyebabkan polutan tersebut menggantung di atas Teheran, kota yang dihuni hampir 10 juta penduduk.

Pada akhir pekan, sistem badai membawa hujan ke beberapa wilayah Iran. Hujan ini kemudian menarik turun polutan di udara sehingga berubah menjadi hujan asam dan hujan beracun termasuk hujan hitam berminyak, menurut pejabat Iran.

Profesor teknik lingkungan dari Syracuse University, Charles Driscoll, mengatakan bahwa untuk menghasilkan hujan hitam, kadar polutan di udara harus berada pada tingkat yang sangat tinggi. Sementara itu,  CEOBS menyebut peristiwa ini sebagai insiden lingkungan yang sangat serius.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Foto-foto dari Teheran memperlihatkan kepulan asap hitam tebal menyelimuti ibu kota Iran. Sejumlah warga juga melaporkan adanya lapisan berminyak berwarna gelap yang menempel di mobil dan atap rumah, seperti dilaporkan The New York Times.

Organisasi kemanusiaan Iranian Red Crescent Society memperingatkan warga untuk tetap berada di dalam rumah guna menghindari hujan asam dan gas beracun yang dapat menyebabkan luka bakar kimia pada kulit serta kerusakan serius pada paru-paru.

Halaman Selanjutnya

Sementara itu, World Health Organization (WHO) pada Selasa memperingatkan bahwa pelepasan besar-besaran hidrokarbon beracun, sulfur oksida, dan senyawa nitrogen serta hujan hitam dan hujan asam yang turun berbahaya bagi masyarakat Iran dan berpotensi menimbulkan dampak kesehatan jangka panjang.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |