IHSG Dibuka Menghijau Berpotensi Menguat Serupa Wall Street, Bursa Asia Cenderung Melemah

4 hours ago 2

Senin, 10 Agustus 2026 - 09:02 WIB

Jakarta, VIVA IHSG dibuka menguat 30 poin atau 0,48 persen di level 6.440 pada pembukaan perdagangan Senin, 10 Agustus 2026.

Head of Retail Research Analyst, Fanny Suherman memprediksi, IHSG bakal bergerak menguat pada perdagangan hari ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"IHSG berpotensi bergerak kembali menguat hari ini," kata Fanny dalam riset hariannya, Senin, 10 Agustus 2026.

Ilustrasi IHSG.

Photo :

  • VIVA/Muhamad Solihin

Bursa Asia bervariasi cenderung turun pada perdagangan Jumat pekan lalu, karena investor menunggu rilis data ketenagakerjaan AS yang dinilai akan menjadi penentu arah kebijakan suku bunga The Fed bulan depan.

Selain itu, harga minyak kembali menguat di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Di Jepang, indeks Nikkei melemah 0,12 persen dan indeks Topix naik 0,47 persen. Pelemahan tersebut karena penurunan saham-saham terkait AI dan chip lebih besar daripada kenaikan yang meluas, sementara SoftBank Group merosot meskipun melampaui ekspektasi pasar untuk pendapatan kuartal I-2026.

Sementara bursa saham Korea Selatan mencatat penurunan, karena kekhawatiran investor atas perdagangan AI dan fluktuasi liar pada saham chip membuat sentimen tetap rendah. Indeks KOSPI turun 0,6 persen dan KOSDAQ melemah 0,4 persen.

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Filipina melambat pada kuartal II-2026 dan berada di bawah ekspektasi, seiring perlambatan belanja pemerintah dan dampak krisis di Timur Tengah. Selain itu, PDB tumbuh 2,3 persen (yoy) pada kuartal II-2026.

Di China, ekspor pada Juli 2026 melampaui ekspektasi dan tetap menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi, meningkat 23,9 persen (yoy) pada Juli 2026. Di domestik, BI melaporkan posisi cadangan devisa pada akhir Juli 2025 mencapai US$145,3 miliar, turun tipis dari bulan sebelumnya mencapai US$145,6 miliar.

"Support IHSG berada di level 6.320-6.370 sementara resist IHSG di rentang 6.440-6.520," ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebagai informasi, Wall Street ditutup menguat pada Jumat pekan lalu, dengan indeks S&P 500 mencetak rekor penutupan baru. Penguatan Wall Street terjadi setelah data ketenagakerjaan AS yang melemah dari perkiraan, meredakan kekhawatiran pasar terhadap potensi kenaikan suku bunga The Fed pada bulan September.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan jumlah non-farm payrolls justru turun 23.000 pekerjaan pada Juli 2026, atau jauh di bawah ekspektasi penambahan sebesar 80.000 pekerjaan. Selain itu, tingkat pengangguran turun menjadi 4,1 persen pada Juli, dari 4,2 persen pada Juni 2025. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh berkurangnya jumlah pekerja yang berada dalam angkatan kerja.

Ilustrasi IHSG.

IHSG Dibuka Menghijau saat Bursa Asia Bergerak Variatif sementara Wall Street Melemah

IHSG dibuka menguat 8 poin atau 0,14 persen di level 6.352 pada pembukaan perdagangan Jumat, 7 Agustus 2026, dan diprediksi bakal bergerak menguat di perdagangan hari ini

img_title

VIVA.co.id

7 Agustus 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |