Rupiah Menguat ke Rp 17.810 Dipengaruhi Cadangan Devisa Juli dan Ketegangan Iran-AS di Timur Tengah

3 hours ago 2

Senin, 10 Agustus 2026 - 09:09 WIB

Jakarta, VIVA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi masih akan bergerak melemah pada perdagangan hari ini.

Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau Jisdor BI, kurs rupiah terhadap dolar AS berada di level Rp 17.913 pada Jumat, 7 Agustus 2026. Posisi rupiah itu menguat 6 poin dari kurs sebelumnya di level Rp 17.919 pada perdagangan Kamis, 6 Agustus 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara perdagangan di pasar spot pada Senin, 10 Agustus 2026 hingga pukul 09.03 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 17.810 per dolar AS. Posisi itu menguat 87 poin atau 0,49 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 17.897per dolar AS.

Pengamat ekonomi dan pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, cadangan devisa Indonesia per akhir Juli 2026 tetap terjaga sebesar US$145,3 miliar, relatif stabil dibandingkan dengan posisi akhir Juni 2026 sebesar US$145,6 miliar.

Perkembangan posisi cadangan devisa Juli 2026 tersebut dipengaruhi terutama oleh penerimaan pajak dan jasa serta penerbitan global bond pemerintah, di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah BI sebagai respons terhadap ketidakpastian pasar keuangan global yang kembali meningkat. 

Posisi cadangan devisa pada akhir Juli 2026 setara dengan pembiayaan 5,5 bulan impor atau 5,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. BI menilai, cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal, serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

Ke depan, BI meyakini ketahanan sektor eksternal tetap baik didukung oleh posisi cadangan devisa yang memadai, serta aliran masuk modal asing sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang tetap menarik.

BI juha terus meningkatkan sinergi dengan Pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal, guna menjaga stabilitas perekonomian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 17.890-Rp 17.940," ujarnya.

Sebagai informasi, media Iran melaporkan bahwa Teheran telah menyerang apa yang mereka sebut sebagai "target-target bermusuhan" di Selat Hormuz, dan berencana melarang kapal-kapal AS serta Israel melintasi jalur perairan strategis tersebut. Perkembangan ini terjadi setelah para pejabat Iran menyatakan bahwa kesepakatan dengan Oman, yang bertujuan membuka kembali jalur pelayaran, sudah memasuki tahap akhir.

Halaman Selanjutnya

Sebelumnya, pada hari Kamis Iran meninjau rancangan undang-undang untuk melarang kapal-kapal AS dan Israel melintasi Selat Hormuz. Para analis menyatakan bahwa peristiwa-peristiwa yang terjadi pekan ini mengisyaratkan bahwa ketegangan antara Iran dan AS belum berakhir.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |