Jakarta, VIVA - Lanskap keamanan siber di Indonesia telah mengalami peningkatan signifikan baik dalam kompleksitas maupun volume ancaman dalam beberapa tahun terakhir.
Menurut data terbaru dari Kaspersky, 14.909.665 serangan berbasis web dan 39.718.903 ancaman pada perangkat terdeteksi dan diblokir tahun lalu di Indonesia.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Selain itu, perusahaan keamanan siber dan privasi digital global ini juga mengungkapkan bahwa 20 persen perusahaan di Indonesia mengalami serangan rantai pasokan tahun lalu.
Seiring semakin banyak perusahaan yang berupaya memperkuat pertahanan mereka terhadap lanskap ancaman yang terus berubah, Kaspersky melaporkan pertumbuhan bisnis yang positif secara global, di Asia Pasifik (APAC), dan di Indonesia.
Kaspersky mencatatkan hasil penjualan positif yang tumbuh sebesar 4 persen year-on-year (YoY) dan mendekati US$836 juta (Rp14,2 triliun) pada 2025.
Ekspansi ini terutama didorong oleh pertumbuhan penjualan sebesar 16 persen YoY dari portofolio produk B2B perusahaan. Di Asia Pasifik, pertumbuhan YoY secara keseluruhan sama dengan dinamika global yaitu +4 persen YoY.
Penjualan bisnis Kaspersky di kawasan ini terus berkembang dengan pertumbuhan 12 persen YoY di segmen bisnis B2B dan pertumbuhan 22 persen YoY di segmen enterprise pada tahun lalu.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pertumbuhan segmen perusahaan non-endpoint menunjukkan peningkatan yang mengesankan sebesar 40 persen YoY di Asia Pasifik.
“Kaspersky telah mengembangkan teknologi dan layanan kelas dunianya selama hampir tiga dekade. Kami adalah pelopor dalam mengadopsi pembelajaran mesin dan kecerdasan buatan (AI) dalam keamanan siber sejak tahun 2004. Solusi dan layanan kami melindungi semua orang – mulai dari pengguna harian hingga konglomerat terbesar, bahkan sistem pemerintah yang paling tertutup, dan infrastruktur paling penting di suatu negara. Karena Asia Pasifik memimpin dunia dalam transformasi digital, penggunaan AI, dan adopsi cloud, hasil kuat kami yang konsisten di Asia Pasifik menunjukkan bahwa Kaspersky berada pada posisi strategis untuk mengamankan perluasan digital di kawasan ini,” kata Managing Director Kaspersky untuk Asia Pasifik, Adrian Hia, di Jakarta, Rabu, 8 April 2026.
Kaspersky Turun Tangan di Indonesia
Kaspersky turun tangan di Indonesia.
VIVA.co.id
8 Oktober 2025

3 hours ago
2











