Jakarta, VIVA – Posisi Indonesia sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara serta posisi strategis menjadi daya tarik di mata pelaku industri global. Tidak hanya sektor manufaktur dan perdagangan, industri pameran atau Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions (MICE) diproyeksi tumbuh pesat pada tahun 2026.
Faktor lain yang membuat investor melirik Indonesia adalah pertumbuhan ekonomi yang stabil. Hal ini seiring meningkatnya aktivitas bisnis dan perdagangan dinilai menjadi faktor utama yang mendorong prospek cerah sektor pameran nasional pada tahun ini.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sebagaimana diketahui, pertumbuhan ekonomi nasional berada di kisaran 5 persen. Bonus demografi kian menjadikan pasar Indonesia dianggap potensial untuk pengembangan industri pameran dan perdagangan internasional.
![]()
Geliat industri MICE di Tanah Air mendorong perusahaan penyelenggaran pameran memperkuat ekspansi dan kolaborasi di pasar domestik. Salah satunya ditunjukkan melalui pembentukan PT Nine Koeln Indonesia, perusahaan joint venture antara Koelnmesse dan AMARA Expo (PT Amara Pameran Internasional).
Managing Director PT Nine Koeln Indonesia, Etty Anggraeni mengatakan pembentukan perusahaan patungan tersebut menjadi langkah lanjutan dari kerja sama panjang yang telah dibangun kedua perusahaan selama beberapa tahun terakhir. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat konektivitas bisnis Indonesia dengan pasar internasional sekaligus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pameran dagang di dalam negeri.
“Pendirian PT. Nine Koeln Indonesia menandai tonggak penting dalam perjalanan kami bersama Koelnmesse. Melalui kolaborasi ini, kami mengambil langkah signifikan ke depan dalam menghadirkan platform berkualitas tinggi dan menciptakan lebih banyak peluang bagi pelaku bisnis Indonesia untuk terhubung secara global," ungkap Etty dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 15 Mei 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ia menyampaikan, kerja sama antara AMARA Expo dan Koelnmesse telah dimulai sejak penyelenggaraan Indonesia Dental Exhibition & Conference (IDEC) pada 2017 dan terus berkembang melalui sejumlah pameran industri lainnya. Kemitraan terdahulu juga melahirkan sejumlah pameran internasional di Indonesia, seperti interzum jakarta pada 2024 serta International Hardware Fair Indonesia pada 2025.
Di tahun 2026 ini, sinergi kedua perusahaan lembali berlanjut. Kerjasama mencakup sejumlah agenda pameran berskala internasional yang akan digelar pada September mendatang.
Halaman Selanjutnya
Managing Director sekaligus Presiden Regional APAC Koelnmesse, Mathias Kuepper menilai Indonesia memiliki posisi strategis dalam pengembangan industri pameran di kawasan Asia-Pasifik. Ia menambahkan, pembentukan PT Nine Koeln Indonesia menjadi bentuk komitmen jangka panjang perusahaan terhadap pasar Indonesia yang dinilai terus berkembang.

2 hours ago
2











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364675/original/098242200_1759123308-padel_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5555113/original/019639800_1776143107-Mahasiswa_UI_diduga_lakukan_pelecehan_seksual__2_.jpeg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556554/original/020780300_1776253850-BPJS_Kesehatan.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3301494/original/038090600_1605800346-Tips.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5030100/original/095728600_1732950329-ciri-ciri-urine-penderita-diabetes.jpg)