VIVA – Indonesia kembali dipercaya menjadi tuan rumah ajang olahraga bergengsi tingkat internasional. Tak hanya menjadi arena persaingan para atlet taekwondo dunia, 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026 juga diharapkan mampu menggerakkan sektor pariwisata dan perekonomian nasional, khususnya di DKI Jakarta.
Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI), Letjen TNI Richard Taruli Horja Tampubolon, mengatakan kejuaraan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi penyelenggara event olahraga internasional.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menurutnya, kehadiran ratusan atlet dan ofisial dari berbagai negara akan memberikan efek berganda bagi berbagai sektor usaha, mulai dari perhotelan, transportasi, kuliner, hingga pelaku UMKM.
"Kejuaraan ini bukan hanya tentang pertandingan dan menjadi tempat bagi atlet-atlet kita untuk mengasah kemampuan terbaik mereka, tetapi juga dapat memberikan dampak positif bagi Indonesia. Kehadiran atlet dan ofisial dari berbagai negara diharapkan mampu menggerakkan sektor perhotelan, transportasi, kuliner, UMKM, hingga pariwisata," ujar Richard.
Ajang 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026 akan berlangsung di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, pada 1 hingga 5 Agustus 2026.
Turnamen ini berstatus World Taekwondo (WT) G2, sehingga menjadi salah satu ajang penting dalam perburuan poin menuju Olimpiade Los Angeles 2028 sekaligus Kejuaraan Dunia.
Kejuaraan akan mempertandingkan dua nomor, yakni poomsae (seni) dan kyorugi (tarung). Nomor poomsae recognized dan freestyle dijadwalkan berlangsung pada 1-2 Agustus, sedangkan pertandingan kyorugi senior putra dan putri digelar pada 3-5 Agustus.
Richard menilai penyelenggaraan event olahraga internasional merupakan salah satu strategi efektif untuk memperkenalkan Indonesia kepada dunia melalui konsep sport tourism.
"Semakin banyak event berkualitas yang digelar, semakin besar peluang meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus membangun citra Jakarta sebagai kota olahraga dan destinasi internasional," katanya.
Sebanyak 478 atlet dari 36 negara dipastikan ambil bagian dalam kejuaraan ini. Indonesia menjadi negara dengan jumlah peserta terbanyak dengan mengirimkan 233 taekwondoin.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dari jumlah tersebut, sebanyak 31 atlet merupakan hasil seleksi program pembinaan PBTI melalui rangkaian Kejuaraan Ksatria Nusantara Series yang digelar di Lampung, Surabaya, Bandung, Bali, dan Kediri.
Tiga di antaranya juga dipersiapkan untuk memperkuat Indonesia pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026, yakni Muhammad Bassam Raihan di kelas U-68 kg, Arya Danu di kelas U-80 kg, serta Andi Sultan di nomor poomsae.
Halaman Selanjutnya
Sementara itu, 245 atlet lainnya datang dari berbagai negara di kawasan Asia, Eropa, Amerika, Afrika, hingga Timur Tengah. India menjadi kontingen asing terbanyak dengan mengirimkan 61 atlet, disusul Hong Kong yang membawa 34 atlet dan Filipina dengan 33 atlet.

10 hours ago
1











