VIVA – Antusiasme masyarakat Indonesia terhadap sepak bola terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Fenomena itu tidak hanya terlihat dari ramainya stadion dan tingginya animo menyaksikan Timnas Indonesia, tetapi juga semakin banyaknya anak-anak yang mulai menekuni olahraga tersebut sejak usia dini.
Melihat perkembangan itu, McDonald's Indonesia menggelar McDonald's Football Clinic, sebuah program pelatihan sepak bola yang memberikan kesempatan kepada 200 anak berusia 8-12 tahun untuk belajar langsung dari pelatih Timnas Indonesia, Indra Sjafri.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Program ini menjadi bagian dari kampanye FIFA World Cup Goes to McDonald's sekaligus rangkaian perayaan 35 tahun McDonald's Indonesia.
Football Clinic telah digelar di Jakarta pada 12 Juli 2026 bersama bek Persija Jakarta, Rio Fahmi, sebelum berlanjut ke Bandung pada 19 Juli 2026 dengan menghadirkan legenda Persib Bandung, Atep.
Tak sekadar menggelar latihan, kegiatan ini juga membawa misi sosial. Sebanyak 40 anak dari komunitas prasejahtera mendapat kesempatan mengikuti pelatihan secara gratis. Mereka juga memperoleh perlengkapan bermain berupa jersey dan sepatu baru agar dapat terus mengembangkan bakatnya di lapangan.
Associate Director of Marketing McDonald's Indonesia, Caroline Kurniadjaja, mengatakan program tersebut diharapkan bisa membuka akses yang lebih luas bagi anak-anak untuk belajar langsung dari sosok-sosok yang telah berpengalaman di sepak bola nasional.
"Tidak semua anak memiliki kesempatan untuk belajar langsung dari pelatih nasional dan bertemu dengan pemain profesional. Karena itu, kami ingin menghadirkan kesempatan tersebut lebih dekat kepada mereka. Melalui McDonald's Football Clinic, kami berharap para talenta muda ini tidak hanya memperoleh pengalaman latihan yang berkualitas, tetapi juga mendapat pembekalan untuk tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter baik, percaya diri, disiplin, dan berani mengejar cita-citanya," ujar Caroline.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Program ini juga didukung tingginya minat masyarakat terhadap sepak bola. Berdasarkan survei Populix pada Maret 2026, sekitar 90 persen generasi Z dan milenial memiliki ketertarikan terhadap olahraga lapangan, dengan sepak bola menjadi salah satu cabang yang paling digemari.
Dalam sesi latihan yang berlangsung sekitar 70 menit, Indra Sjafri menyusun materi agar peserta tidak hanya belajar teknik dasar, tetapi juga memahami pentingnya kerja sama dan pengambilan keputusan di lapangan.
Halaman Selanjutnya
Anak-anak dibagi ke beberapa kelompok yang bergantian menjalani latihan passing, small-sided games, shooting, hingga shielding.

1 week ago
12



















