Inggris Tak Terima Disebut PM Israel Netanyahu sebagai 'Republik Islam Inggris'

9 hours ago 3

loading...

Inggris tak terima setelah PM Israel Benjamin Netanyahu menyebutnya sebagai Republik Islam Inggris dan republik Islam pertama yang bersenjata nuklir. Foto/Olivier Fitoussi/Flash90

LONDON - Perdana Menteri Israel (PM) Benjamin Netanyahu telah menyebut Inggris sebagai "Republik Islam Inggris" dalam sebuah wawancara podcast, di mana dia juga menggambarkan negara tersebut sebagai republik Islam pertama yang memiliki senjata nuklir. Pihak London protes dan menyatakan komentar pemimpin rezim Zionis tersebut tak dapat diterima.

"Komentar-komentar ini sama sekali tidak dapat diterima dan kami telah menyampaikannya kepada pemerintah Israel," kata Kantor Luar Negeri, Persemakmuran, dan Pembangunan Inggris, sebagaimana dikutip dari The Guardian, Minggu (16/8/2026).

Baca Juga: Pertikaian Memanas, PM Israel Netanyahu Sebut Republik Islam Inggris

Komentar Netanyahu, yang disampaikan dalam wawancara dengan Army Radio Israel, menggemakan narasi umum kelompok sayap kanan ekstrem yang bersifat Islamofobik terkait populasi Muslim Inggris yang sebenarnya kecil.

Netanyahu memuji pemberitaan positif mengenai Israel yang dilakukan oleh jurnalis Randolph Churchill—putra mantan perdana menteri Winston Churchill—lebih dari setengah abad yang lalu, lalu berkata: "Coba cari hal seperti itu di Inggris saat ini, di tempat yang disebut sebagai republik Islam Inggris."

Alih-alih menyanggah komentar Netanyahu, pembawa acara justru mempertanyakan apakah dia secara tidak adil menyoroti Inggris secara khusus, dengan bertanya: "Bukankah seluruh Eropa juga seperti itu?"

Netanyahu menjawab dengan menegaskan kembali pandangannya. "Ya, tapi Anda tahu, ada yang bilang republik Islam pertama yang memiliki senjata nuklir adalah republik Islam Inggris."

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |