VIVA – Banyak orang mengira gaya hidup mewah identik dengan kebiasaan menghamburkan uang. Padahal, orang yang benar-benar memiliki kekayaan umumnya justru lebih berhati-hati dalam menentukan pengeluaran.
Mereka cenderung mengalokasikan uang untuk aset atau investasi jangka panjang dibandingkan membelanjakannya untuk hal-hal yang nilainya cepat menyusut. Sebaliknya, sebagian masyarakat masih menghabiskan uang untuk berbagai kebutuhan yang sebenarnya bisa ditekan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Berikut 11 jenis pengeluaran yang disebut jarang menjadi prioritas orang kaya, tetapi masih sering dilakukan banyak orang, melansir dari YourTango.
1. Membayar bunga pinjaman dan utang
Salah satu pengeluaran terbesar yang sering membebani masyarakat adalah bunga kartu kredit maupun cicilan berbunga tinggi.
Banyak keluarga kelas menengah menghabiskan sebagian besar pendapatannya hanya untuk membayar utang. Akibatnya, kesempatan menabung atau berinvestasi menjadi semakin kecil.
Sebaliknya, orang kaya umumnya berusaha menghindari utang konsumtif dan lebih memilih memanfaatkan aset yang dimiliki untuk menghasilkan keuntungan.
2. Membeli barang demi gengsi
Keinginan terlihat sukses sering kali membuat seseorang membeli barang di luar kemampuan finansialnya.
Mulai dari pakaian bermerek, liburan mewah, hingga sering makan di restoran demi citra sosial, semua itu dapat menguras keuangan jika dilakukan tanpa perencanaan.
Orang yang memiliki kekayaan besar justru sering mengutamakan kualitas dan fungsi dibanding sekadar mengejar pengakuan.
3. Terlalu sering membeli tiket lotre
Harapan mendapatkan uang dalam jumlah besar membuat banyak orang rutin membeli tiket lotre atau mengikuti perjudian.
Meski nominalnya tampak kecil, jika dilakukan terus-menerus, pengeluaran tersebut dapat menjadi cukup besar dalam jangka panjang.
Orang kaya biasanya lebih memilih menempatkan uang pada instrumen investasi yang memiliki potensi pertumbuhan dibanding mengandalkan keberuntungan.
4. Denda keterlambatan pembayaran
Keterlambatan membayar cicilan, kartu kredit, atau tagihan lainnya sering memunculkan biaya tambahan berupa denda dan bunga.
Pengeluaran ini sebenarnya bisa dihindari dengan pengelolaan keuangan yang lebih baik.
Karena memiliki kondisi finansial yang lebih stabil, orang kaya umumnya mampu membayar kewajibannya tepat waktu sehingga tidak perlu menanggung biaya tambahan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
5. Barang bermerek yang mencolok
Banyak orang menganggap semua orang kaya selalu menggunakan produk bermerek mahal. Kenyataannya, sebagian besar justru memilih barang berkualitas tanpa logo mencolok atau dikenal sebagai quiet luxury.
Halaman Selanjutnya
Sebaliknya, sebagian masyarakat rela mengeluarkan dana besar demi membeli produk yang dianggap mampu meningkatkan status sosial.

5 hours ago
2











