Inovasi Silika Penyaring Belerang Cair Ubah Produk Samping Jadi Solusi Agroindustri

15 hours ago 1

Selasa, 22 September 2026 - 06:59 WIB

Jakarta, VIVA – Anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero), PT Petrokimia Gresik (Persero), berhasil mengembangkan inovasi pemanfaatan produk samping silika sebagai bahan penyaring belerang cair, dalam proses produksi asam sulfat.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob menyampaikan, inovasi ini mengubah material yang sebelumnya menjadi tantangan dalam pengelolaan, menjadi bahan bernilai guna sekaligus mengurangi ketergantungan perusahaan terhadap bahan penyaring dari pihak lain.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Selama ini, penyaringan belerang cair menggunakan diatomaceous earth yang diperoleh dari pihak lain," kata Daconi dalam keterangannya, Senin, 21 September 2026.

Inovasi Silika PT Petrokimia Gresik (Persero) raih Sertifikat Paten Sederhana dari Kementerian Hukum

"Melalui inovasi ini, kami tidak hanya menemukan solusi atas produk samping silika yang dihasilkan perusahaan, tapi juga menghadirkan alternatif bahan penyaring yang dapat mendukung efisiensi proses produksi,” ujarnya.

Dia menegaskan bahwa inovasi ini juga telah memperoleh Sertifikat Paten Sederhana dari Kementerian Hukum Republik Indonesia. Sertifikat Paten Sederhana diserahkan langsung oleh Menteri Hukum Republik Indonesia, Supratman Andi Agtas, kepada Senior Vice President (SVP) Operasi III Petrokimia Gresik, Bambang Ariwibowo, yang mewakili manajemen perusahaan.

Seremoni itu dilakukan dalam kegiatan “What’s Up Campus Calls Out” (WCCO), yang diselenggarakan Kementerian Hukum Republik Indonesia di Airlangga Convention Center beberapa waktu lalu.

Silika merupakan produk samping dari proses produksi aluminium fluorida (AlF₃). Setiap bulan, unit produksi tersebut menghasilkan sekitar 990 ton silika dalam bentuk padatan. Volume tersebut membutuhkan pengelolaan serta area penyimpanan yang memadai.

"Tantangan tersebut kemudian mendorong Petrokimia Gresik mengembangkan silika sebagai alternatif bahan penyaring pada proses produksi asam sulfat," kata Daconi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Asam sulfat merupakan salah satu bahan yang digunakan dalam proses produksi pupuk. Dalam proses produksinya, terdapat tahapan penyaringan belerang cair untuk menghasilkan bahan yang bersih dan memenuhi standar mutu. Melalui inovasi yang dikembangkan Petrokimia Gresik, silika hasil samping produksi aluminium fluorida kini dapat dimanfaatkan sebagai alternatif bahan penyaring dalam proses tersebut.

Pemanfaatan silika ini diakui Daconi telah memberikan manfaat ganda bagi perusahaan. Selain mengoptimalkan produk samping agar memiliki nilai guna, inovasi tersebut juga mengurangi kebutuhan terhadap bahan penyaring dari pihak lain serta berpotensi menekan biaya proses produksi.

Halaman Selanjutnya

Dari sisi ekonomi, lanjut Daconi, pemanfaatan silika sebagai alternatif bahan penyaring diproyeksikan mampu memberikan potensi penghematan hingga sekitar Rp 259,6 juta per tahun. Efisiensi itu berasal dari pengurangan kebutuhan pembelian diatomaceous earth, serta optimalisasi pemanfaatan produk samping silika yang sebelumnya membutuhkan pengelolaan dan penyimpanan tersendiri.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |