Instagram hingga WhatsApp Kini Bisa Premium, Apa Bedanya?

6 hours ago 3

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:02 WIB

Jakarta, VIVA Meta resmi meluncurkan layanan berlangganan berbayar untuk platform media sosial andalannya, yakni Instagram, Facebook, dan WhatsApp. Langkah ini menjadi strategi baru perusahaan untuk mengurangi ketergantungan terhadap pendapatan iklan.

Dalam pengumuman yang disampaikan melalui video di Instagram, Kepala Produk Meta Naomi Gleit memperkenalkan layanan baru bernama Instagram Plus, Facebook Plus, dan WhatsApp Plus yang mulai diluncurkan secara global.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meta juga disebut tengah menyiapkan berbagai paket berlangganan lain untuk kalangan bisnis, kreator konten, hingga produk berbasis kecerdasan buatan atau AI.

Peluncuran layanan premium ini dilakukan di tengah sorotan investor terhadap besarnya belanja AI yang dikeluarkan Meta. Perusahaan memproyeksikan belanja modal atau capital expenditure tahun ini mencapai US$125 miliar hingga US$145 miliar, atau setara sekitar Rp2.200 triliun sampai Rp2.552 triliun dengan asumsi kurs Rp17.600 per dolar AS.

Sebagian besar dana tersebut disebut akan digunakan untuk pembangunan pusat data AI. Kabar peluncuran layanan berlangganan itu langsung mendapat respons positif dari pasar. Saham Meta dilaporkan naik hampir 3 persen setelah pengumuman resmi dilakukan.

Berdasarkan laporan yang dikutip dari Yahoo Finance, Kamis, 28 Mei 2026, Instagram Plus dan Facebook Plus dibanderol US$3,99 per bulan atau sekitar Rp70 ribu. Sementara WhatsApp Plus dipatok US$2,99 per bulan atau sekitar Rp52 ribu.

Instagram Plus dan Facebook Plus menawarkan sejumlah fitur tambahan bagi pengguna, termasuk analitik yang lebih lengkap, statistik penonton story, jangkauan audiens lebih luas, hingga opsi kustomisasi profil.

Sementara itu, WhatsApp Plus lebih fokus pada fitur personalisasi seperti stiker premium, nada dering khusus, dan tema aplikasi tambahan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Naomi Gleit mengatakan, Meta nantinya akan menyatukan berbagai layanan premium tersebut dalam satu identitas baru bernama Meta One. Langkah Meta masuk ke model langganan sebenarnya bukan hal sepenuhnya baru. 

Pada 2023 lalu, perusahaan sudah lebih dulu meluncurkan versi berbayar bebas iklan untuk Facebook dan Instagram di kawasan Eropa. Layanan tersebut hadir untuk memenuhi aturan privasi data Uni Eropa yang mewajibkan pengguna memiliki pilihan antara layanan gratis berbasis iklan atau layanan berbayar tanpa iklan.

Halaman Selanjutnya

Kini, Meta tampaknya mulai memperluas strategi tersebut secara global dengan menghadirkan fitur premium tambahan di luar sekadar pengalaman bebas iklan. Kehadiran layanan berlangganan ini juga memperlihatkan bagaimana perusahaan teknologi besar mulai mencari sumber pendapatan baru di tengah persaingan AI yang semakin mahal dan ketat.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |