Iran Bantah Klaim Trump soal Kesepakatan Damai, Netanyahu Sebut Teheran Wajib Serahkan Uranium Diperkaya

1 day ago 1

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:30 WIB

Iran, VIVA – Pemerintah Iran secara resmi membantah pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengklaim bahwa kesepakatan besar untuk mengakhiri konflik dengan Teheran telah berhasil dicapai. Di tengah klaim tersebut, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengungkapkan bahwa dirinya telah menerima jaminan dari Trump bahwa Iran wajib menyerahkan uranium yang telah diperkaya sebagai bagian dari kesepakatan yang sedang dibahas.

Perkembangan terbaru ini terjadi setelah Trump membatalkan rencana serangan baru terhadap Iran yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada Kamis malam waktu setempat. Sepanjang malam hingga Jumat, tidak ada laporan serangan baru di kawasan Teluk yang dalam beberapa pekan terakhir menjadi titik panas ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski situasi relatif tenang, pernyataan Trump mengenai tercapainya kesepakatan damai langsung mendapat bantahan dari Teheran. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Bakaei menegaskan bahwa hingga saat ini Iran belum mengambil keputusan final terkait kesepakatan apa pun.

"Sejauh ini Iran belum mencapai keputusan akhir mengenai perjanjian tersebut," kata Bakaei mengutip dari AFP News. 

Pernyataan serupa juga disampaikan sejumlah media Iran yang menyoroti rekam jejak Trump dalam mengumumkan kesepakatan yang belum terealisasi. Menurut laporan yang beredar di Iran, Trump disebut telah puluhan kali mengklaim kesepakatan dengan Teheran akan segera tercapai dalam dua bulan terakhir.

Iran Minta Publik Tidak Terburu-buru Percaya Klaim Trump

Media Iran menegaskan bahwa selama pemerintah Iran belum mengumumkan adanya kesepakatan resmi, seluruh pernyataan Trump mengenai proses negosiasi sebaiknya dipandang dengan hati-hati.

Sikap tersebut menunjukkan masih adanya perbedaan besar antara Washington dan Teheran mengenai status pembicaraan yang tengah berlangsung. Di satu sisi, Trump menyebut negosiasi mengalami kemajuan signifikan, sementara Iran menilai belum ada keputusan yang bisa diumumkan kepada publik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebelumnya, Trump menyatakan dirinya membatalkan serangan dan pemboman yang telah direncanakan terhadap Iran karena adanya perkembangan positif dalam proses diplomasi.

Menurut Trump, pembicaraan dilakukan dengan tingkat kepemimpinan tertinggi Iran. Ia bahkan mengklaim waktu dan lokasi penandatanganan kesepakatan akan segera diumumkan dalam waktu dekat.

Halaman Selanjutnya

Saat berbicara kepada wartawan di Gedung Putih, Trump kembali menegaskan bahwa sebuah "kesepakatan besar" untuk mengakhiri konflik dengan Iran telah tercapai. Namun, ia mengakui bahwa dokumen-dokumen terkait masih harus dirampungkan dalam beberapa hari ke depan.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |