Kamis, 12 Maret 2026 - 12:40 WIB
Iran, VIVA – Memasuki hari ke-13 perang antara Iran dengan AS-Israel, presiden Iran, Masoud Pezeshkian menyatakan negaranya terbuka untuk berdamai dengan kedua negara tersebut. Namun ia menegaskan kesepakatan damai itu, hanya bisa terwujud jika AS dan Israel bersedia memenuhi tiga syarat utama yang diajukan oleh Iran.
Ia menegaskan kembali komitmen negaranya untuk menjaga perdamaian di kawasan. Hal itu ia sampaikan setelah melakukan pembicaraan dengan para pemimpin Rusia dan Pakistan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dalam pernyataan tersebut, ia juga memaparkan tiga syarat yang diajukan Iran. Menurutnya, satu-satunya cara untuk mengakhiri perang yang disebutnya dipicu oleh rezim Zionis dan Amerika Serikat adalah dengan memenuhi tiga hal yakni pengakuan terhadap hak sah Iran, pembayaran ganti rugi dan jaminan internasional yang kuat agar tidak terjadi agresi seerupa di masa depan.
“Dalam pembicaraan dengan para pemimpin Rusia dan Pakistan, saya menegaskan kembali komitmen Iran terhadap perdamaian di kawasan. Satu-satunya cara untuk mengakhiri perang ini yang dipicu oleh rezim Zionis dan AS adalah dengan mengakui hak sah Iran, membayar ganti rugi, serta memberikan jaminan internasional yang tegas agar agresi seperti ini tidak terulang,” tulisnya di akun X pribadinya, seperti dikutip ulang Indian Express Kamis, 12 Maret 2026.
Sebagai infomrasi, perang antara AS dan Israel melawan Iran bermula pada Sabtu 28 Februari 2026. Saat itu, kedua negara tersebut melancarkan serangan ke ibu kota Iran, Teheran hingga menyebabkan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei meninggal dunia.
Setelah insiden kematian Ali Khamenei, Iran melancarkan serangan balasan yang sengit hingga saat ini. Bahkan Iran juga melancarkan serangan ke negara-negara teluk yang menyasar pangkalan militer AS di sana.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Selain itu, ketegangan di antara ketiga negara tersebut juga berdampak pada dunia. Sebab serangan terhadap kapal tanker minyak di Iran serta penutupan Selat Hormuz turut memengaruhi pasokan minyak dunia dan membuat harga minyak mentah melonjak di berbagai negara.
Pada hari Rabu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa Amerika Serikat sebenarnya telah memenangkan perang di Iran. Namun, ia juga menegaskan bahwa pasukan Amerika akan tetap dikerahkan hingga misi militer tersebut benar-benar dinyatakan selesai.
Trump Anggap Operasi Militer di Iran Lebih Mudah dari Perkiraan Awal
Pada 28 Februari, Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran hingga menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Iran membalasnya.
VIVA.co.id
12 Maret 2026

1 day ago
2











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479806/original/021929400_1768990958-makanan_beku_sehat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500390/original/054028400_1770863825-IMG01145.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)
