Kamis, 16 April 2026 - 11:31 WIB
Jakarta, VIVA – Iran dilaporkan menggunakan satelit mata-mata buatan China untuk menargetkan pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah dalam perang yang dipicu oleh serangan AS dan Israel, demikian klaim surat kabar Inggris Financial Times, Rabu 15 April 2026.
Media tersebut menyebut laporan itu didasarkan pada dokumen militer yang bocor, citra satelit, serta analisis orbit, yang mengungkap penggunaan satelit buatan China untuk memantau lokasi militer AS.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menurut analisis itu, satelit TEE-01B yang diproduksi perusahaan berbasis di China, Earth Eye, dan diluncurkan ke luar angkasa pada akhir 2024, diduga dibeli oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) tidak lama setelah diluncurkan.
Pemeriksaan orbit menunjukkan bahwa satelit mata-mata, yang mampu menghasilkan citra dengan resolusi sekitar setengah meter itu, ditempatkan di atas pangkalan militer AS saat serangan drone dan rudal berlangsung.
Target yang dipantau dilaporkan mencakup fasilitas militer AS di Arab Saudi, Yordania, Bahrain, dan Irak.
Laporan itu menyebutkan bahwa citra satelit direkam tepat sebelum dan sesudah serangan drone dan rudal, serta mengindikasikan bahwa satelit tersebut kemungkinan digunakan untuk membantu mengarahkan serangan.
Iran juga disebut dalam laporan Financial Times itu, telah memperoleh izin untuk menggunakan stasiun bumi milik perusahaan berbasis di Beijing, Emposat, sehingga memungkinkan akses data satelit tidak hanya dari wilayahnya sendiri, tetapi juga melalui jaringan yang membentang dari Asia hingga Amerika Latin.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Para ahli menilai kondisi ini sebagai perkembangan besar dalam kemampuan intelijen militer Iran dan menyebut transfer teknologi dalam skala tersebut kecil kemungkinan terjadi tanpa persetujuan Beijing.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan tengah mempertimbangkan penerapan tarif sebesar 50 persen terhadap negara-negara yang memberikan dukungan militer kepada Iran. (Ant)
Kunjungi Otoritas Maritim China, BKI Perluas Layanan Sertifikasi Kapal di Asia & Global
BKI melakukan kunjungan resmi ke Maritime Safety Administration of the People's Republic of China, sebagai bagian dari rencana pembukaan layanan BKI di negara tersebut.
VIVA.co.id
16 April 2026

2 weeks ago
6





















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3064552/original/005518800_1583060624-zohre-nemati-6sNQftdA3Zs-unsplash.jpg)




