Kamis, 9 Juli 2026 - 22:16 WIB
VIVA – Iran telah menyerang pusat komando AS di Timur Tengah dan pangkalan udara Al-Azraq di Yordania menggunakan 10 rudal balistik, kata Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) pada Kamis, 9 Juli 2026.
"Sebagai hasil dari peluncuran 10 rudal balistik, pusat komando dan kendali musuh di Timur Tengah dan pangkalan udara Al-Azraq di Yordania terkena serangan," kata IRGC dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip oleh IRIB.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Iran akan melancarkan serangan baru terhadap pangkalan AS lainnya di Timur Tengah jika terjadi serangan berulang oleh Washington, tambah IRGC.
Sebelumnya pada Rabu malam, pasukan AS melancarkan serangkaian serangan dahsyat terhadap Iran.
Sebagai tanggapan, militer Iran melaporkan telah melancarkan serangan balasan terhadap pangkalan-pangkalan AS di Bahrain dan Kuwait, sementara otoritas Iran menuduh Washington melanggar memorandum penghentian permusuhan.
Sebagai informasi, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeklaim bahwa dirinya kemungkinan menjadi sasaran pembunuhan nomor satu oleh Iran.
"Mereka memiliki para pemimpin, namun mereka telah tiada... Mereka memiliki barisan pemimpin lain. Mereka pun bisa saja tiada. Siapa yang tahu?" ujar Trump dalam konferensi pers di Ankara. "Saya juga bisa saja tiada, karena saya adalah target nomor satu mereka."
Trump menambahkan bahwa dia tidak peduli jika menjadi sasaran pembunuhan oleh Iran, karena dia hanya melakukan tugasnya.
Trump juga mengatakan bahwa peluangnya untuk dibunuh adalah 5,2 persen.
"Kehidupan presiden sangat berbahaya dengan risiko 5,2 persen. Bandingkan dengan pembalap mobil atau penunggang banteng yang risikonya hanya sepersepuluh dari 1 persen. Angka 5,2 persen bagi presiden berarti Anda terancam tidak selamat," ujar Trump.
Trump selamat dari tiga upaya pembunuhan, yang pertama terjadi selama rapat umum kampanye di Pennsylvania pada Juli 2024, ketika Trump ditembak di telinga.
Upaya kedua terjadi pada September tahun yang sama di klub golf Trump di Florida. Akhirnya, pada April 2026, penembakan terjadi selama makan malam Asosiasi Koresponden Gedung Putih yang dihadiri oleh Trump.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Tersangka kemudian didakwa dengan beberapa tuduhan, termasuk percobaan pembunuhan terhadap presiden AS.
Selanjutnya, pada Juni 2026, Biro Investigasi Federal AS melaporkan terungkapnya sebuah rencana yang menargetkan acara UFC di Gedung Putih. Departemen Kehakiman AS kemudian menetapkan rencana tersebut sebagai upaya pembunuhan baru terhadap Trump. (Ant)
Kemlu Sebut Perwakilan PBNU dan Muhammadiyah Hadiri Pemakaman Ali Khamenei
Kemlu memastikan bahwa perwakilan dari organisasi Muslim Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah juga ikut dalam rombongan delegasi RI ke Iran hadiri pemakaman Ali Khamenei
VIVA.co.id
9 Juli 2026

2 hours ago
1











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8256068/original/018149700_1781146804-20260609_153019.jpg)
