Petani Tembakau Khawatir Rencana Penyeragaman Kemasan Rokok Berdampak ke Industri

2 hours ago 1

Kamis, 9 Juli 2026 - 22:08 WIB

Jakarta, VIVA - Petani Tembakau di Jawa Barat (Jabar) khawatir atas dorongan penyeragaman kemasan rokok, yang dinilai mematikan prospek.

Aturan itu tertuang dalam Rancangan aturan penyeragaman kemasan di Rancangan Peraturan Menteri Kesehatan (RPMK), tentang Pencantuman Peringatan Kesehatan dan Informasi pada Produk Tembakau dan Rokok Elektronik. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Enjan, petani tembakau dari Tasikmalaya, salah satunya. Wacana penyeragaman kemasan rokok justru akan mematikan potensi tembakau di Tasikmalaya yang saat ini sedang berkembang. 

"Yang dibutuhkan petani saat ini adalah pemberdayaan dan perlindungan. Termasuk peningkatan kapasitas SDM, bantuan sarana dan prasarasan produksi. Bukan dibebankan dengan tambahan rancangan aturan yang makin menekan kami," ujar Enjan, kepada wartawan, Kamis, 9 Juli 2026.

Enjan pun saat ini tergabung dalam Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) DPC Tasikmalaya.

Ia dan para petani juga khawatir dengan rokok ilegal yang akan semakin merajalela jika aturan penyeragaman kemasan direalisasikan.

Apalagi mengingat adanya penyeragaman huruf, bentuk, serta warna kemasan menggunakan warna Pantone 448C agar tidak tertutup pita cukai.

"Bagaimana nanti masyarakat bisa membedakan dengan mudah rokok yang mau dbelinya kalau kemasannya seragam. Yang ada malah dikelilingi banyak rokok ilegal. Produsen rokok ilegal berpesta pora nanti karena rokoknya mudah ditiru dan diedarkan. Kami tidak bisa tinggal diam dengan rancangan aturan ini," kata dia.

Diwawancarai terpisah, Ketua Tim Kerja Bidang Kelembagaan Hubungan Industrial, Kemenaker RI, Meynar Kusumo, mengatakan, tekanan regulasi yang bertubi-tubi bagi industri hasil tembakau (IHT), menciptakan kerentanan terhadap tenaga kerja, baik peraturan fiskal maupun non fiskal.

"Kami merekomendasikan agar tidak mengatur secara ketat termasuk penyeragaman kemasan. Dan, penting untuk Menyusun strategi mitigasi ekonomi," kata Meynar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meynar akhirnya menekankan, IHT dengan ekosistem dari hulu hingga hilir, dapat menyerap 6 juta tenaga kerja dan sangat penting keberadaannya, dalam mendukung upaya mengejar target pertumbuhan ekonomi 8 persen.

"IHT ini adalah big deal. IHT menyumbang penerimaan egara sekitar 10 persen porsi APBN melalui CHT. Tugas terpenting saat ini adalah bagaimana caranya kita dapat mengejar pertumbuhan ekonomi 8 persen, dengan sinergi dari seluruh pihak, mulai dari industrinya, tenaga kerjanya, dan regulasinya," tutur Meynar.

Presiden Prabowo Subianto

Prabowo Ingin Petani Jadi Lebih Untung Usai B50 Diluncurkan, Ini Alasannya

Prabowo menegaskan petani harus menjadi pihak yang paling merasakan manfaat dari kebijakan hilirisasi kelapa sawit, bertepatan dengan peluncuran program Biodiesel B50

img_title

VIVA.co.id

9 Juli 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |