Iran Menolak Gencatan Senjata hingga Agresor 'Ditampar' dan Menyesali Perbuatannya

4 days ago 4

Selasa, 10 Maret 2026 - 23:40 WIB

VIVA – Iran menegaskan bahwa mereka menolak negosiasi dan tidak menyetujui gencatan senjata dengan pihak-pihak yang menyerang Teheran sampai pihak agresor diberi pelajaran setimpal agar tidak lagi berpikir untuk mengulangi tindakan militer terhadap Teheran.

"Kami secara tegas tidak mencari gencatan senjata. Kami yakin bahwa agresor harus ‘ditampar’ agar ia belajar dari kesalahannya dan tidak pernah lagi memikirkan agresi terhadap Iran tercinta," tulis Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf di  pada Selasa, 10 Maret 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menambahkan bahwa Iran berniat untuk memutus siklus "perang-negosiasi-gencatan senjata dan kemudian perang lagi".

Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan serta korban sipil. Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.

AS dan Israel pada awalnya mengklaim bahwa serangan “preemptif” tersebut diperlukan untuk menghadapi ancaman yang mereka anggap berasal dari program nuklir Iran, tetapi kemudian mereka segera menunjukkan secara jelas bahwa ingin melihat perubahan kekuasaan di Iran.

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan tewas dibunuh pada hari pertama operasi militer tersebut. Republik Islam Iran menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari.

 Presiden Prancis, Emmanuel Macron

Prancis dan Sekutu Eropa Siapkan Misi Militer Buka Paksa Selat Hormuz yang Diblokir Iran

Prancis dan sekutunya sedang mempersiapkan misi "pertahanan" untuk membuka kembali Selat Hormuz yang sangat penting dan strategis bagi perdagangan minyak dunia

img_title

VIVA.co.id

10 Maret 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |