VIVA – Pemerintah Iran melalui Menteri Pemuda dan Olahraga Ahmad Donyamali menyatakan negaranya tidak berada dalam kondisi yang memungkinkan untuk berpartisipasi di Piala Dunia 2026.
Dalam pernyataannya yang dilaporkan BBC pada Rabu 11 Maret 2026, Donyamali menegaskan bahwa kondisi domestik membuat Iran sulit mempersiapkan tim nasional untuk tampil di turnamen sepak bola terbesar tersebut.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Dalam keadaan apa pun kami tidak memiliki kondisi yang layak untuk berpartisipasi dalam Piala Dunia,” ujar Donyamali.
Pemain Timnas Iran merayakan gol ke gawang Jepang
Photo :
- Iran Football Federation
Ia juga menyinggung persoalan keamanan para pemain sebagai faktor utama yang membuat partisipasi Iran menjadi diragukan.
“Anak-anak kami tidak aman, dan kondisinya tidak ideal untuk ikut,” tambahnya.
Menurut Donyamali, dalam delapan hingga sembilan bulan terakhir Iran harus menghadapi dua konflik bersenjata yang menewaskan ribuan orang. Situasi tersebut dinilai tidak memungkinkan bagi tim nasional untuk fokus menjalani kompetisi internasional.
“Karena itu, jelas kami tidak punya kemungkinan untuk berpartisipasi,” katanya.
Situasi geopolitik memicu ketidakpastian
Timnas Iran di Piala Dunia Qatar 2022
Photo :
- AP Photo/Frank Augstein
Sebelumnya, tim nasional Iran sebenarnya telah dijadwalkan tampil di fase grup Piala Dunia 2026 yang digelar di United States, Canada, dan Mexico mulai 11 Juni.
Iran dijadwalkan menghadapi Timnas Selandia Baru dan Timnas Belgia di Los Angeles pada 15 dan 21 Juni, sebelum bertemu Timnas Mesir team di Seattle pada 26 Juni.
Namun situasi berubah setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke wilayah Iran pada 28 Februari 2026 yang dilaporkan menewaskan pemimpin tertinggi negara tersebut, Ali Khamenei. Iran kemudian membalas dengan meluncurkan rudal dan drone ke arah Israel serta sejumlah negara yang menjadi lokasi pangkalan militer Amerika Serikat.
Di tengah situasi tersebut, Presiden FIFA, Gianni Infantino, sebelumnya menyebut Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Iran tetap dipersilakan berpartisipasi dalam turnamen musim panas tersebut.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Keraguan serupa juga disampaikan oleh Ketua Federasi Sepak Bola Iran Mehdi Taj. Ia menilai situasi keamanan yang dihadapi atlet Iran, termasuk tim nasional wanita, menjadi pertimbangan serius.
Enam pemain tim nasional sepak bola wanita Iran sebelumnya memperoleh visa kemanusiaan dari Australia karena kekhawatiran terkait keselamatan mereka. Sementara itu, sejumlah pemain lain meninggalkan Australia setelah tim tersebut tersingkir dari AFC Women's Asian Cup.
Halaman Selanjutnya
Menteri Dalam Negeri Australia Tony Burke menyebut tujuh orang sempat diberikan perlindungan suaka, meski salah satunya kemudian memutuskan kembali ke Iran.

10 hours ago
3











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479806/original/021929400_1768990958-makanan_beku_sehat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500390/original/054028400_1770863825-IMG01145.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)
