Iran Tegaskan Tak Akan Pindahkan Uranium ke AS, Sebut Trump Pembohong!

6 days ago 4

Jumat, 8 Mei 2026 - 11:50 WIB

VIVA –  Anggota Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, Behnam Saeedi, menyebut klaim Presiden AS Donald Trump bahwa Iran telah sepakat mengirim persediaan uranium yang diperkaya tinggi miliknya ke AS sebagai "kebohongan". Saeedi menegaskan tidak ada uranium yang dikeluarkan dari Iran.

Trump sebelumnya mengatakan bahwa pemindahan uranium Iran ke Amerika Serikat akan menjadi syarat bagi kesepakatan kedua negara, serta menolak kemungkinan Iran melakukan pengayaan hingga 3,67 persen.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Pernyataan Trump tentang penghapusan 400 kilogram uranium dari Iran adalah gertakan politik dan kebohongan murni. Tidak ada uranium yang dikeluarkan dari negara ini," ujar Saeedi dikutip ISNA.

Sebuah media berita Iran yang terkait dengan angkatan bersenjata Iran juga membantah laporan bahwa Teheran telah setuju untuk menarik uranium yang diperkaya dari negara tersebut sebagai bagian dari pembicaraan dengan Amerika Serikat.

Defa Press, yang berafiliasi dengan militer Iran, mengatakan pada hari Rabu bahwa isu penarikan uranium dari Iran telah sepenuhnya ditolak dan keputusan itu "tidak dapat diubah" sehingga dikesampingkan dalam diplomasi apa pun, mengutip apa yang digambarkan sebagai informasi dari pejabat diplomatik senior Iran.

Media tersebut juga menolak laporan bahwa Iran dan AS telah menyepakati memorandum 14 poin yang bertujuan untuk mengakhiri konflik antara kedua negara, menggambarkannya sebagai bagian dari kampanye media oleh "media yang terkait dengan keamanan musuh."

Komentar tersebut muncul setelah Axios melaporkan bahwa Washington dan Teheran hampir mencapai kesepakatan terkait perang, sanksi, dan program nuklir Iran.

Presiden AS Donald Trump pada 6 Mei 2026, menekankan bahwa "Iran tidak boleh dan tidak akan memiliki senjata nuklir," saat membahas mengenai negosiasi gencatan senjata dengan Iran. Trump mengklaim Iran juga telah menyetujui poin ini bersama dengan berbagai hal lainnya, termasuk pengiriman uranium yang diperkaya tinggi milik Iran ke AS.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Itu akan dikirim ke AS." Trump juga mengusulkan jangka waktu satu minggu untuk menyelesaikan negosiasi, ada penyebutan kemungkinan kesepakatan tercapai sebelum kunjungan terjadwalnya ke China pada tanggal 14 hingga 15.

Sementara perwakilan negosiasi Iran membantah "hampir tercapainya kesepakatan" pada hari yang sama, dengan interpretasi yang menunjukkan pernyataan tersebut dibuat dengan mempertimbangkan kelompok garis keras domestik.

Rakyat Iran di Ibukota Tehran

Iran Bersiap Rayakan 'Kemenangan Besar', Wapres Singgung Akhir Tekanan Barat

Wakil Presiden Pertama Iran, Mohammad Reza Aref menyebut Iran akan segera merayakan kemenangan besar melawan musuh-musuhnya sekaligus mengakhir tekanan berat

img_title

VIVA.co.id

8 Mei 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |