Kamis, 5 Maret 2026 - 20:06 WIB
VIVA –Ali Larijani, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, menuduh Presiden AS Donald Trump menyeret Amerika Serikat ke dalam apa yang ia sebut sebagai "perang yang tidak adil" dengan Iran karena "kecerobohan" Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Dalam pesan yang diposting di platform media sosial X dalam bahasa Persia dan Arab pada hari Rabu, Larijani mengkritik keputusan Washington untuk bergabung dengan Israel dalam kampanye militer melawan Teheran.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Trump menyeret rakyat Amerika ke dalam perang yang tidak adil dengan Iran sebagai akibat dari kecerobohan dan perilaku konyol Netanyahu," tulisnya dilansir Middle East Monitor, Kamis, 5 Maret 2025.
Larijani juga mempertanyakan slogan politik Amerika Serikat yang sudah lama ada, bertanya: "Apakah slogannya masih 'Amerika Pertama'? Atau sudah menjadi 'Israel Pertama'?"
Pejabat Iran itu memperingatkan bahwa konflik tersebut masih jauh dari selesai. Merujuk pada pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, ia mengatakan bahwa kematiannya akan membawa konsekuensi yang berat.
Pernyataan tersebut disampaikan pada hari kelima pertempuran setelah Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan skala besar terhadap Iran pada 28 Februari, menurut pejabat Iran.
Serangan tersebut dilaporkan menewaskan ratusan orang, termasuk tokoh-tokoh keamanan senior.
Teheran telah merespons dengan serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel dan apa yang digambarkan sebagai kepentingan Amerika di seluruh wilayah tersebut.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Beberapa serangan tersebut dilaporkan menyebabkan korban jiwa dan kerusakan pada infrastruktur sipil, termasuk pelabuhan dan daerah pemukiman.
Konfrontasi tersebut telah meningkatkan kekhawatiran akan perang regional yang lebih luas karena operasi militer dan serangan balasan terus berlanjut.
Semakin Memanas, Pimpinan Hizbullah: Selama Israel Masih Ada Maka Perlawanan adalah Hak yang Sah
Menyusul kematian Ali Khamenei, Hizbullah ikut merespon. Bahkan dalam pidato publik pertama, pemimpin Hizbullah menyatakan akan tetap menyerang Israel.
VIVA.co.id
5 Maret 2026

10 hours ago
1


















