IRGC Sebut Cuma AS, Israel dan Sekutu Barat yang Tak Boleh Lewati Selat Hormuz

2 hours ago 2

Selasa, 10 Maret 2026 - 11:00 WIB

Iran, VIVA –Korps Garda Revolusi Islam Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menyatakan Selat Hormuz kini ditutup khusus bagi kapal-kapal dari Amerika Serikat, Israel, negara-negara Eropa, serta sekutu Barat mereka. Pengumuman ini disampaikan pada Kamis lalu melalui siaran televisi pemerintah Iran, IRIB.

Pernyataan tersebut muncul setelah beberapa hari ketidakpastian mengenai jalur pelayaran yang menjadi salah satu yang tersibuk di dunia itu. Sejak pecahnya konflik di kawasan Teluk Persia, hampir seluruh lalu lintas kapal komersial di wilayah tersebut terhenti.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Garda Revolusi Iran menegaskan bahwa mereka sebelumnya telah menyampaikan, sesuai hukum internasional dan berbagai resolusi yang berlaku, Republik Islam Iran berhak mengatur lalu lintas kapal di Selat Hormuz selama masa perang. Dalam pernyataannya, IRGC juga memperingatkan bahwa kapal milik Amerika Serikat, Israel, negara-negara Eropa, serta para pendukung mereka yang terlihat melintas di jalur tersebut pasti akan diserang.

“Kami sebelumnya sudah mengatakan bahwa berdasarkan hukum dan resolusi internasional, pada masa perang Republik Islam Iran memiliki hak untuk mengendalikan jalur pelayaran di Selat Hormuz,” kata IRGC seperti dikutip IRIB,Selasa 10 Maret 2026.

Pada praktiknya, selat tersebut memang sudah tidak digunakan sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi militer bersama terhadap Iran pada akhir Februari lalu. Situasi itu mendorong harga minyak melonjak tajam dan memicu kekhawatiran akan gangguan lebih luas terhadap ekonomi global.

Pada Selasa lalu, Iran sempat memberi sinyal bahwa hanya kapal berbendera China yang diizinkan melintas di Selat Hormuz. Para pejabat Iran menyebut langkah itu sebagai bentuk apresiasi atas sikap Beijing terhadap Teheran sejak konflik di Timur Tengah mulai memanas. Keputusan ini dianggap penting karena Selat Hormuz merupakan satu-satunya jalur laut keluar-masuk pelabuhan di kawasan Teluk Persia.

Sejak konflik terbaru pecah, Iran telah memblokir jalur tersebut sehingga rantai pasok global ikut tertekan. Banyak kapten kapal enggan mengambil risiko melintas di wilayah itu karena pertempuran masih berlangsung di sekitar Teluk. Akibatnya, perusahaan pelayaran internasional harus menata ulang operasional mereka tanpa akses ke jalur yang selama ini menjadi rute utama pengiriman minyak dan gas.

Halaman Selanjutnya

Sekitar seperlima dari total minyak yang diangkut melalui jalur laut dunia melewati Selat Hormuz, menjadikannya salah satu titik paling penting bagi pasokan energi global. Meski begitu, para analis menilai penutupan penuh selat tersebut tidak akan sepenuhnya memutus jalur pelayaran utama dari timur ke barat antara Asia dan Eropa.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |