Rupiah Menguat di Tengah Lonjakan Harga Minyak Dunia dan Risikonya ke Defisit APBN

3 hours ago 2

Selasa, 10 Maret 2026 - 09:56 WIB

Jakarta, VIVA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi masih akan bergerak fluktuatif, namun ditutup melemah pada perdagangan hari ini.

Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau Jisdor BI, kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berada di level Rp 16.974 per Senin, 9 Maret 2026. Posisi rupiah itu melemah 55 poin dari kurs sebelumnya di level Rp 16.919 pada perdagangan Jumat, 6 Maret 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara perdagangan di pasar spot pada Selasa, 10 Maret 2026 hingga pukul 09.13 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 16.887 per dolar AS. Posisi itu menguat 62 poin atau 0,37 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 16.949 per dolar AS.

Tumpukan uang rupiah dengan berbagai nominal

Pengamat ekonomi dan pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, harga minyak dunia sudah menyentuh angka US$92 per barel, rekor tertinggi sejak 2020. Angka ini jauh melampaui asumsi makro APBN 2026 yang hanya mematok harga di kisaran US$70 per barel. Dan ini akan menaikkan defisit sebesar Rp 6,8 triliun.

"Apabila harga minyak terus meroket hingga mendekati atau bahkan melampaui US$100 per barel, dampaknya bakal fatal bagi fiskal nasional. Defisit APBN terhadap PDB bisa terdongkrak hingga mendekati 4 persen," kata Ibrahim dalam riset hariannya, Selasa, 10 Maret 2026.

Angka ini sangat berisiko karena melampaui batas 3 persen yang telah ditetapkan dalam UU No. 17/2003 tentang Keuangan Negara. Lumpuhnya Selat Hormuz sebagai choke point yang melayani 20 persen suplai minyak dunia, menjadi dalang utama kemacetan pasokan ini.

Menghadapi situasi genting ini, ada 3 langkah strategis yang harus segera diambil pemerintah. Pertama, melakukan efisiensi anggaran negara secara signifikan, sehingga belanja hanya untuk keperluan yang langsung berkaitan masyarakat. Belanja pemerintah harus difokuskan hanya untuk kebutuhan dasar rakyat seperti pendidikan, kesehatan, pangan, energi, dan pengentasan kemiskinan

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kedua, pengurangan konsumsi minyak dengan lebih gencar lagi program konversi energi dari minyak ke energi baru dan terbarukan. Di antaranya, energi matahari (PLTS) termasuk untuk industri dan perumahan, air (PLTA), angin (PLTB) sebagai pengganti PLTD (diesel).

Ketiga, stimulus ekonomi mesti digencarkan agar ekonomi tidak terpuruk dengan program deregulasi. Menurutnya, aturan-aturan yang menghambat perkembangan ekonomi bisa dipangkas. Begitu juga perlu debirokratisasi, birokrasi yang berbelit sehingga menyulitkan dunia usaha dapat disederhanakan.

Halaman Selanjutnya

"Mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 16.950-Rp 17.000," ujarnya.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |