Selasa, 10 Maret 2026 - 09:20 WIB
Amerika Serikat, VIVA – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyebut perang melawan Iran kemungkinan akan segera berakhir. Ia mengatakan keputusan untuk mengakhiri konflik tersebut diambilnya bersama Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, meski keputusan akhir tetap berada di tangannya.
Dalam wawancara singkat melalui telepon dengan jurnalis Times of Israel pada Minggu 8 Maret waktu setempat, Trump juga menyatakan bahwa Republik Islam Iran akan menghancurkan Israel jika dirinya dan Netanyahu tidak mengambil tindakan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Iran akan menghancurkan Israel dan semua yang ada di sekitarnya… Kami bekerja bersama. Kami telah menghancurkan sebuah negara yang ingin menghancurkan Israel,” kata Trump dikutip Selasa 10 Maret 2026.
Sementara itu, terkait dengan apakah hanya dirinya yang akan menentukan kapan perang dengan Iran berakhir atau apakah Netanyahu juga akan ikut menentukan. Trump mengungkap bahwa keputusan ini diambil bersama dengan PM Israel itu.
“Saya kira ini keputusan bersama…sedikit banyak begitu. Kami terus berdiskusi. Saya akan membuat keputusan pada waktu yang tepat, tetapi semua pertimbangan akan diperhitungkan,” ujarnya.
Pernyataan itu memberi sinyal bahwa Netanyahu akan memberikan masukan, namun keputusan akhir tetap berada di tangan presiden AS.
Ketika ditanya apakah Israel bisa melanjutkan perang melawan Iran meski Amerika Serikat sudah menghentikan serangannya, Trump enggan membahas kemungkinan tersebut. Ia hanya mengatakan bahwa tindakan tersebut tidak perlu dilakukan.
“Saya rasa itu tidak akan diperlukan,” kata dia.
Trump juga berusaha menghindari penentuan jadwal pasti mengenai berapa lama perang akan berlangsung. Namun juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, pada Jumat pekan lalu mengatakan bahwa Washington memperkirakan konflik ini akan berlangsung sekitar empat hingga enam minggu.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Jawaban Trump kepada The Times of Israel menunjukkan bahwa Netanyahu memiliki pengaruh yang cukup besar dalam proses pengambilan keputusan Trump terkait perang tersebut. Amerika Serikat dan Israel diketahui meluncurkan operasi militer bersama pada 28 Februari melalui serangan yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei.
Wawancara telepon itu dilakukan Trump tak lama setelah media pemerintah Iran melaporkan bahwa Majelis Ahli Iran telah menunjuk putra Khamenei, Mojtaba Khamenei, sebagai pemimpin tertinggi yang baru.
Halaman Selanjutnya
Beberapa jam sebelumnya, Trump mengatakan kepada ABC News bahwa pemimpin baru Iran tidak akan “bertahan lama” jika tidak mendapat persetujuan dari Gedung Putih.

4 hours ago
1











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479806/original/021929400_1768990958-makanan_beku_sehat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500390/original/054028400_1770863825-IMG01145.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)

