Sabtu, 9 Mei 2026 - 16:20 WIB
VIVA –Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah menangkap sebuah kapal tanker minyak dalam ‘operasi khusus’ di Teluk Oman. Sementara itu, militer Amerika Serikat menyatakan telah melumpuhkan dua kapal tanker yang mencoba memasuki pelabuhan Iran.
Pernyataan yang dirilis Jumat waktu setempat itu muncul hanya beberapa jam setelah AS dan Iran saling melancarkan serangan di Selat Hormuz.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dalam pernyataan yang dimuat kantor berita Fars, juru bicara IRGC mengatakan angkatan laut Iran menyita kapal Ocean Koi karena diduga mencoba mengganggu ekspor minyak dan kepentingan bangsa Iran.
Media pemerintah Iran, Press TV, juga merilis video yang memperlihatkan pasukan Iran menaiki dan menahan kapal tersebut. Berdasarkan data MarineTraffic, kapal itu terdaftar di Barbados.
Di sisi lain, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyebut pihak militer mereka telah melumpuhkan dua kapal tanker berbendera Iran saat mencoba mengakses pelabuhan Iran di Teluk Oman.
“Pasukan AS di Timur Tengah tetap berkomitmen penuh menegakkan blokade terhadap kapal yang masuk atau keluar dari Iran,” kata Komandan CENTCOM Laksamana Bradley Cooper dalam pernyataannya dikutip dari laman Al Jazeera, Sabtu 9 Mei 2026.
Beberapa jam sebelumnya, AS dan Iran sempat saling serang di Selat Hormuz dalam salah satu eskalasi terbesar sejak diberlakukannya jeda konflik.
Presiden AS Donald Trump mengklaim Iran menyerang tiga kapal perusak Angkatan Laut AS di selat tersebut.
Sementara itu, komando militer gabungan tertinggi Iran menuduh AS melanggar gencatan senjata setelah menyerang sebuah kapal tanker minyak Iran dan kapal lainnya. Iran menyebut 10 pelaut terluka dalam serangan itu, sementara lima lainnya masih hilang.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Iran juga menuduh AS melakukan serangan udara ke wilayah sipil di Pulau Qeshm, lokasi strategis di pintu masuk Selat Hormuz. Sebagai balasan, Iran mengklaim telah menyerang kapal militer AS di timur selat dan selatan Pelabuhan Chabahar.
Namun Trump kemudian meremehkan insiden tersebut dan menyebutnya hanya sebagai ‘love tap’ alias serangan kecil sambil membantah bahwa peristiwa itu merupakan pelanggaran terhadap jeda konflik yang sedang berlangsung.
Halaman Selanjutnya
Pada Jumat, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan pemerintahannya masih menunggu respons Iran terkait proposal terbaru AS untuk mengakhiri perang secara lebih permanen.

4 days ago
9











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364675/original/098242200_1759123308-padel_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5555113/original/019639800_1776143107-Mahasiswa_UI_diduga_lakukan_pelecehan_seksual__2_.jpeg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556554/original/020780300_1776253850-BPJS_Kesehatan.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3301494/original/038090600_1605800346-Tips.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5030100/original/095728600_1732950329-ciri-ciri-urine-penderita-diabetes.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457086/original/001907200_1766985704-mohammad-o-siddiqui-uXIx0Ss3b-c-unsplash.jpg)