Israel Umumkan Kasus Pertama Hantavirus, Begini Kondisi Pasiennya

5 days ago 4

Jumat, 8 Mei 2026 - 16:00 WIB

VIVA –Kasus pertama hantavirus dilaporkan terdeteksi di Israel. Menurut laporan media Maariv Kamis 7 Mei, pasien pertama itu diduga tertular saat berada di wilayah Eropa Timur beberapa bulan lalu.

Pasien tersebut kemudian mencari bantuan medis setelah mengalami gejala dari hantavirus. Hingga kini identitas pasien, lokasi tempat tinggal serta rumah sakit tempat yang memberikan diagnosis pasien pertama itu belum dipublikasikan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berdasarkan laporan media lokal, Maariv, pasien sempat menjalani tes antibodi setelah gejala muncul. Hasil tes tersebut menunjukkan adanya paparan hantavirus.

Setelah menjalani tes antibodi, pasien tersebut kemudian menjalani tes PCR untuk mendeteksi materi genetik virus dan hasilnya mengonfirmasi infeksi tersebut.

Melansir laman The Jerusalem Post, Jumat 8 Mei 2026 kondisi pasien tersebut saat ini dilaporkan dalam kondisi stabil. Dia juga tidak membutuhkan perawatan intensif maupun isolasi ketat, namun tetap beraada dalam pemantauan medis. Kasus pertama ini juga telah dilaporkan kepada Kementerian Kesehatan Israel.

Meski jarang terjadi di Israel, kasus hantavirus ini bukan pertama kalinya. Sekitar satu dekade lalu, beberapa warga Israel juga diduga tertular hantavirus saat bepergian ke Amerika Selatan.

Namun berbeda dengan wabah strain Andes dari Amerika Selatan yang kini menjadi perhatian dunia di kapal pesiar MV Hondius, pasien di Israel diketahui terinfeksi strain virus asal Eropa.

Perbedaan ini dinilai penting. Hingga kini hanya ada sedikit kasus penularan antarmanusia yang tercatat pada strain Andes, yang dikenal lebih berbahaya. Sebagian besar strain hantavirus lain di dunia umumnya menular dari hewan pengerat ke manusia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Strain Andes berasal dari Amerika Selatan, terutama Argentina dan Chile. Virus ini unik karena dalam beberapa kasus langka dapat menular antarmanusia melalui kontak dekat dalam waktu lama.

Meski begitu, wabah hantavirus yang terkait dengan MV Hondius masih membuat otoritas kesehatan dunia waspada. Sejumlah negara kini berusaha melacak para penumpang yang turun dari kapal sebelum kapal itu berlabuh di Tanjung Verde, untuk memastikan mereka tidak mengalami gejala atau menularkan virus kepada orang lain.

Halaman Selanjutnya

Sejauh ini, tiga penumpang yakni pasangan lansia asal Belanda dan seorang warga negara Jerman dilaporkan meninggal akibat wabah di kapal tersebut.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |