Istana Terbitkan SE, Larang Menteri Gelar Open House Berlebihan

4 hours ago 1

Selasa, 17 Maret 2026 - 16:50 WIB

Jakarta, VIVA – Istana Kepresidenan mengeluarkan surat edaran (SE) untuk seluruh kementerian dan lembaga terkait larangan untuk menggelar open house atau halal bihalal Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Surat edaran itu dibenarkan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

SE itu diterbitkan untuk menindaklanjuti arahan Presiden RI Prabowo Subianto dalam sidang kabinet paripurna pada Jumat, 13 Maret 2026 lalu. 

"Sesuai dengan petunjuk beliau (Presiden Prabowo Subianto) kemarin mohon maaf kami sudah menyampaikan surat edaran untuk kepada seluruh menteri dan lembaga untuk kami imbau agar tidak berlebihan di dalam menyelenggarakan open house maupun halal bihalal," kata Prasetyo kepada wartawan, Selasa, 17 Maret 2026. 

Dia menuturkan, SE tersebut dikeluarkan mengingat sejumlah daerah yang terkena bencana belum kondusif. Karena itu, istana mengimbau agar kegiatan halal bihalal tak dilakukan berlebihan.

"Karena masih banyak saudara-saudara kita yang pada kondisi yang belum baik gitu. Jadi kami mengimbau untuk tidak berlebihan manakala menyelenggarakan kegiatan open house atau halal bihalal," tutur dia.

Sebelumnya diberitakan, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengingatkan seluruh pejabat tidak menggelar open house lebaran Idul Fitri 1447 H terlalu mewah. Kepala Negara meminta agar pejabat gelar open house lebaran secara sederhana.

"Kita juga harus memberi contoh open house atau apa, jangan terlalu mewah-mewah," kata Prabowo di Sidang Kabinet Paripurna, Istana Negara, Jakarta, Jumat, 13 Maret 2026.

Mantan Menteri Pertahanan itu mengingatkan masih ada masyarakat yang membutuhkan bantuan akibat bencana alam. Oleh sebab itu, seluruh pejabat diharapkan bisa menumbuhkan sikap empati.

"Saudara kita di daerah bencana dan suasana ini kita kasih contoh ke rakyat," kata dia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kendati demikian, kata Prabowo, jangan sampai tidak ada acara yang diselenggarakan. Sebab, dari kegiatan yang diselenggarakan itu, roda ekonomi bisa berputar.

"Tapi, kita juga jangan total, istilahnya tutup semua acara, kalau tidak ekonomi kita juga gak jalan," imbuhnya.

Mensesneg Prasetyo Hadi di Wisma Danantara

Prabowo Minta Kasus Serangan Air Keras ke Aktivis KontraS Andrie Yunus Diusut Cepat

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan keprihatinan atas insiden penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus.

img_title

VIVA.co.id

17 Maret 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |