ITSEC Asia Tiba-tiba Ganti Direksi di Tengah Guyuran Laba Puluhan Miliar Rupiah

1 day ago 4

Sabtu, 23 Mei 2026 - 18:33 WIB

Jakarta, VIVA - Perusahaan keamanan siber PT ITSEC Asia Tbk mencatat laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp68,35 miliar.

Dana hasil konversi Waran Seri I yang telah terealisasi mencapai Rp90,75 miliar, dengan sisa dana sebesar Rp14,83 miliar, yang akan terus digunakan untuk mendukung pengembangan bisnis dan penguatan kapabilitas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perseroan juga melaporkan bahwa seluruh dana hasil IPO sebesar Rp92,18 miliar telah direalisasikan sepenuhnya hingga tahun buku 2025 sesuai rencana penggunaan dana yang telah disampaikan kepada regulator, dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Di tengah percepatan transformasi digital nasional, ITSEC Asia melihat peningkatan kebutuhan keamanan siber di sektor pemerintahan, jasa keuangan, infrastruktur kritikal dan korporasi.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, ITSEC Asia terus memperkuat kapabilitas pada area cyber resilience, managed security services serta pengembangan solusi keamanan berbasis teknologi yang adaptif terhadap perkembangan ancaman digital dan AI (kecerdasan buatan).

Sebagai bagian dari penguatan struktur organisasi, pemegang saham menyetujui pengangkatan Yulius C. Rusli dan Viko Setiyawan sebagai Direktur ITSEC Asia.

Pengangkatan ini dilakukan untuk memperkuat kapasitas eksekusi bisnis, pengembangan strategis serta kesiapan organisasi dalam menjawab kebutuhan pasar keamanan siber yang terus berkembang.

Selain itu, perseroan juga menerima pengunduran diri Bambang Susilo dari jabatannya sebagai Direktur ITSEC Asia.

Perseroan menegaskan bahwa Bambang Susilo akan tetap berkontribusi melalui peran strategis sebagai pimpinan unit bisnis Governance, Risk and Compliance (GRC), sejalan dengan meningkatnya kebutuhan tata kelola, manajemen risiko dan kepatuhan di sektor keamanan siber.

Menurut Direktur Utama ITSEC Asia, Patrick Dannacher, menyampaikan bahwa penguatan struktur kepemimpinan ini merupakan langkah strategis untuk mendukung pertumbuhan Perseroan sekaligus menjawab dinamika industri keamanan siber yang semakin kompleks.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Industri keamanan siber kini memasuki fase yang semakin strategis bagi keberlanjutan bisnis dan ketahanan nasional. Karena itu, penguatan organisasi bukan hanya tentang pertumbuhan perusahaan, tapi juga memiliki struktur, kapabilitas, dan kepemimpinan yang tepat untuk menjawab kebutuhan pasar yang berkembang sangat cepat.

“Keamanan siber saat ini sudah menjadi kebutuhan strategis bagi banyak organisasi. Kami melihat peluang besar untuk terus memperkuat kapabilitas dan menghadirkan nilai yang lebih besar bagi pelanggan melalui inovasi, kolaborasi dan eksekusi yang lebih solid,” kata Patrick, Sabtu, 23 Mei 2026.

Halaman Selanjutnya

Dengan pondasi tata kelola yang semakin kuat, pemanfaatan modal yang disiplin serta fokus pada pengembangan kapabilitas, ITSEC Asia optimistis dapat mempercepat pertumbuhan secara berkelanjutan sekaligus memperkuat posisinya sebagai mitra strategis keamanan siber terpercaya di Indonesia.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |