Jaga Stabilitas Papua, TNI AD Minta Warga Tak Terprovokasi Film 'Pesta Babi'

6 hours ago 5

Jumat, 15 Mei 2026 - 22:30 WIB

Jakarta, VIVA TNI AD mengimbau masyarakat untuk bijak dalam menyikapi rencana pemutaran film dokumenter 'Pesta Babi' karya Dandhy Dwi Laksono pada sejumlah wilayah di Papua.

Hal itu disampaikan Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasi Kolonel Inf Tri Purwanto. Kata Tri, narasi yang tidak berimbang dalam film dikhawatirkan memicu distorsi informasi di tengah publik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kami mengajak warga untuk cerdas dalam memilah informasi. Konten yang tidak melalui proses sensor resmi dikhawatirkan membawa narasi yang tidak berimbang dan berpotensi memicu distorsi informasi di tengah masyarakat,” ujar Tri dalam keterangan resminya, dikutip dari ANTARA, Jumat, 15 Mei 2026.

Tri menegaskan bahwa setiap karya film yang dipertontonkan secara luas kepada publik wajib mengikuti ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2009 tentang Perfilman, termasuk memiliki Sertifikat Lulus Sensor (SLS) dari Lembaga Sensor Film (LSF).

Maka dari itu, menurutnya, jika belum ada sertifikasi resmi maka pemutaran film tersebut tidak tepat dilakukan di ruang publik.

Tri menekankan bahwa situasi keamanan dan stabilitas sosial di Papua harus tetap dijaga, terlebih di tengah berbagai program pembangunan yang saat ini terus berjalan di sejumlah wilayah.

Dia juga mengingatkan bahwa penyebaran narasi visual yang bersifat tendensius tanpa melalui proses verifikasi dari otoritas berwenang berpotensi memicu kesalahpahaman dan mengganggu keharmonisan sosial masyarakat.

“Jangan sampai narasi-narasi sepihak membenturkan masyarakat dengan program-program strategis pemerintah yang sejatinya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan di Tanah Papua. Kami menghimbau agar ruang-ruang diskusi dialihkan pada forum yang lebih edukatif, legal dan konstruktif,” ungkap Tri.

Kodam XVII/Cenderawasih juga menyatakan akan terus memantau situasi guna memastikan ketertiban umum tetap terjaga. 

"Kami ajak tokoh masyarakat, tokoh adat, pemuda dan seluruh elemen masyarakat Papua agar tidak mudah terprovokasi oleh ajakan-ajakan yang berpotensi mengganggu keamanan wilayah," kata dia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tri juga menegaskan bahwa kehadiran TNI di Papua tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, prajurit TNI selama ini aktif menjalankan berbagai kegiatan sosial seperti pelayanan kesehatan gratis, penyuluhan hidup sehat, membantu pendidikan anak-anak di pedalaman, pembangunan fasilitas umum, hingga mendukung program ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat.

Halaman Selanjutnya

Berbagai program tersebut, lanjut Kapendam, merupakan bentuk komitmen TNI untuk terus hadir bersama warga Papua melalui pendekatan humanis dan penuh kepedulian demi terciptanya Papua yang aman, damai dan sejahtera.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |