Jakarta, VIVA – Maraknya aksi kriminalitas jalanan di wilayah Jakarta Barat (Jakbar) belakangan ini memicu keresahan masyarakat. Bahkan, kawasan tersebut ramai dijuluki sebagai “Gotham City” di media sosial (medsos) karena dinilai identik dengan tingginya angka kejahatan jalanan.
Menanggapi fenomena itu, Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth, mengambil langkah dengan menginisiasi pertemuan lintas sektor melalui kegiatan Ngobrol Bareng Forkopimko (NGOPI) di Kantor Wali Kota Jakbar.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pria yang akrab disapa Bang Kent itu mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kota Jakarta Barat bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kota (Forkopimko) dalam mencari solusi atas maraknya aksi kriminalitas yang meresahkan warga.
"Hari ini saya mengapresiasi respons cepat Wali Kota Jakarta Barat Ibu Iin Mutmainnah, Kapolres, Dandim, dan jajaran Muspiko dengan membuat acara NGOPI ini. Tujuannya baik, untuk mencari jalan keluar bersama agar fenomena begal di Jakarta Barat bisa termitigasi dengan baik dan masyarakat kembali merasa aman saat beraktivitas," tuturnya, Sabtu, 23 Mei 2026.
Menurut Kent, persoalan keamanan tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat kepolisian semata. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dunia usaha hingga masyarakat untuk memperkuat sistem keamanan terpadu di Jakarta Barat.
"Kalau masyarakat sampai menyebut Jakarta Barat sebagai ‘Gotham City’, ini tentu menjadi alarm bagi kita semua. Artinya ada rasa takut dan keresahan yang benar-benar dirasakan warga. Jangan sampai masyarakat kehilangan rasa aman ketika keluar rumah, bekerja, atau pulang pada malam hari," kata Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta itu.
Kent bahkan berseloroh dengan menyebut dirinya sebagai “Batman” yang siap terus mengawasi kondisi keamanan di Jakbar.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Sebagai legislator di Kebon Sirih, saya mencoba memposisikan diri menjadi ‘Batman’ yang akan selalu mengawasi apa yang terjadi di Jakarta Barat demi kenyamanan, keamanan, dan kesejahteraan Masyarakat Jakarta Barat sesuai fungsi pengawasan yang saya miliki di DPRD DKI Jakarta," tuturnya.
Ia menegaskan pengawasan terhadap titik-titik rawan kriminalitas harus diperketat, terutama di ruas jalan minim penerangan dan pengawasan. Menurutnya, sebagian besar aksi kriminal terjadi di jalanan umum yang tidak memiliki sistem keamanan memadai seperti kawasan perkantoran atau gedung besar.
Halaman Selanjutnya
"Karena itu saya meminta dilakukan pemetaan secara detail terhadap titik-titik rawan kriminalitas. Dengan pemetaan tersebut, aparat kepolisian bisa melakukan patroli rutin dan penjagaan ekstra pada jam-jam rawan. Kehadiran aparat di lapangan sangat penting untuk memberikan efek pencegahan," ujarnya.

3 hours ago
2
















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3432220/original/050867700_1618724332-hush-naidoo-yo01Z-9HQAw-unsplash.jpg)