VIVA –Campak adalah penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh infeksi virus morbillivirus. Penyakit ini sangat menular yang menyebar melalui udara atau percikan saluran pernapasan saat pasien batuk atau bersin.
Lantaran siifatnya yang menular, maka penting bagi orang tua untuk mengenali gejala campak pada anak. Tujuannya agar penyakit ini bisa segera diobati sehingga tidak menyebabkan komplikasi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Untuk diketahui, campak bisa menyebabkan komplikasi serius terutama pada anak yang belum divaksinasi dan kelompok rentan lainnya. Beberapa komplikasi dari penyakit campak antara lain dapat berupa pneumonia dan ensefalitis (infeksi yang dapat menyebabkan peradangan dan kerusakan otak). Dalam kasus jarang dapat terjadi komplikasi neurologis jangka panjang seperti SSPE (komplikasi jangka Panjang yang menyerang system saraf pusat atau otak) hingga kematian.
Lantas apa saja gejala yang patut diwaspadai? Umumnya gejala campak bisa meliputi demam, batuk, pilek, mata merah atau berair, sakit tenggorokan, kelelahan.
Nantinya setelah dua hingga tiga hari anak yang terpapar campak dapat mengalami gejala lain seperti ruam dan bitnik di wajah dan leher kemudian menyebar ke badan. Selain itu gejala lainnya dapat berupa kolpik spot atau bercak putih kecil di bagian dalam pipi serta diare.
Campak Bisa Dicegah Lewat Vaksinasi.
Berdasarkan siaran pers dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia melaporkan 10 kematian terkait campak secara nasional pada tahun 2026. BPOM juga menyebutkan bahwa sekitar 8 persen kasus terjadi pada kelompok usia dewasa (>18 tahun). Hal ini menunjukkan pentingnya perlindungan tidak hanya pada anak, tetapi juga pada kelompok dewasa yang berisiko.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Meskipun data yang dipublikasikan menunjukkan adanya penurunan dibandingkan puncak awal tahun, otoritas kesehatan tetap menekankan pentingnya kewaspadaan. Cakupan vaksinasi umumnya harus melebihi 95 persen agar mencapai kekebalan kelompok dan memutus rantai penularan.
Namun, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melaporkan cakupan imunisasi campak-rubela (MR) pada tahun 2024 baru sebesar 92 persen untuk dosis pertama (MR1) dan 82,3 persen untuk dosis kedua (MR2). Dukungan kuat serta tindakan responsif dari BPOM memungkinkan masyarakat Indonesia untuk memperoleh akses yang lebih cepat terhadap obat dan vaksin baru.
Halaman Selanjutnya
Dalam tiga tahun terakhir, GSK mencatat rata-rata satu registrasi obat atau vaksin baru setiap enam bulan, guna mempercepat akses terhadap terapi inovatif dan upaya pencegahan bagi masyarakat Indonesia.

5 days ago
8











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364675/original/098242200_1759123308-padel_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5555113/original/019639800_1776143107-Mahasiswa_UI_diduga_lakukan_pelecehan_seksual__2_.jpeg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556554/original/020780300_1776253850-BPJS_Kesehatan.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3301494/original/038090600_1605800346-Tips.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5030100/original/095728600_1732950329-ciri-ciri-urine-penderita-diabetes.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457086/original/001907200_1766985704-mohammad-o-siddiqui-uXIx0Ss3b-c-unsplash.jpg)