Jangan Diabaikan, Ini Faktor Risiko Bayi Lahir Prematur

4 days ago 3

Sabtu, 9 Mei 2026 - 19:00 WIB

VIVA Bayi prematur adalah bayi yang lahir sebelum usia kandungan mencapai 37 minggu. Angka kelahiran bayi prematur di Indonesia sendiri cukup tinggi. Berdasarkan data nasional angka  kelahiran prematur di Indonesia mencapai 10 persen dari jumlah kelahiran bayi.

Kelahiran prematur diketahui dapat membuat bayi mengalami berbagai masalah kesehatan bahkan tidak jarang juga menyebabkan kematian bayi. Untuk mengantisipasi hal tersebut, setiap calon ibu perlu mengetahui faktor risiko kelahiran premature serta langkah pencegahannya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Spesialis anak, dr.  I Gusti Ayu Nyoman Pratiwi, Sp.A, MARS menyebut bahwa beberapa risiko kelahiran prematur salah satunya adalah hamil di usia muda. Hal ini terjadi karena tubuh remaja terutama Rahim dan panggul sering kali belum berkembang sempurna untuk menopang kehamilan yang dapat memicu komplikasi kesehatan serius.

“Kehamilan yang berisiko untuk prematur itu seperti perkawinan remaja itu masih banyak. Saya dengar di daerah-daerah itu 14-15 tahun (sudah hamil), kalau saya dengar dari teman yang bertugas di daerah Labuan Bajo. Jadi kecil usianya belum cukup itu yang membuat jadi tinggi. Jadi kelahiran prematur berisiko terhadap perkawinan, itu berisiko,” kata dia saat ditemui awak media di Jakarta Pusat, Sabtu 9 Mei 2026.

Selain itu beberapa kondisi kesehatan seperti infeksi keputuhan dan infeksi saluran kemih (ISK) saat kehamilan juga berisiko menyebabkan kelahiran premaatur. Ibu hamil yang kekurangan protein hewani juga kata Tiwi berisiko membuat bayi lahir premature.

“Belum lagi infeksi keputihan, infeksi kencing saat dia hamil itu kan juga menyebabkan melahirkan premature. Belum lagi kesehatan si ibu secara keseluruhan, kualitas makan. Ibu hamil yang tidak makan protein hewani bisa sebabkan risiko prematur,” jelas dia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lantas bisakah kelahiran premature dicegah? Terkait dengan hal ini, dr. Tiwi menjelaskan bahwa jika seorang ibu memiliki faktor risiko kelahiran prematur maka hal tersebut tidak bisa dicegah. Namun pihak akan melakukan persiapan agar bayi bisa lahir dengan baik.

“12 tahun menunggu anak, dia hamil anak kembar dengan miom. Kita tau dia berisiko lahirnya prematur. Kita edukasi, ‘kamu kemungkinan lahirnya prematur’. Kita benahi kondisi si ibunya, nutrisinya diperhatikan, segala diperhatikan. Dia lahir 32 minggu yang satu 1,2 kg dan 2,1kg sekarang anaknya tumbuh tidak kekurangan apapun karena dari awal kita sudah intervensi. Jadi waktu hamil dibenari jangan sampai diabetes, hopertensi, nutrisinya jangan sampai kopong supaya janinnya tumbuh,” jelas dia.

Halaman Selanjutnya

Neonatal Intensive Care Unit (NICU)

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |