Jangan Menambah Korban Lagi

6 hours ago 2

Jumat, 15 Mei 2026 - 13:05 WIB

Jakarta, VIVA – Di balik angka kerugian penipuan digital yang mencapai Rp9 triliun dengan lebih dari 411 ribu laporan sepanjang November 2024 hingga akhir 2025, tersimpan dampak yang jauh lebih besar dari sekadar kehilangan materi.

Rasa aman memudar, reputasi hancur, hingga harapan hidup ikut runtuh. Berangkat dari kenyataan tersebut, Vida, perusahaan identitas digital dan fraud prevention, menghadirkan 'Faces of Fraud'.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Melalui inisiatif ini, lima wajah di balik kisah penipuan digital dengan berani membagikan cerita mereka sebagai bagian dari gerakan edukasi publik dan upaya bersama memberantas penipuan digital.

Mereka berharap pengalaman yang dialami dapat berhenti pada diri mereka dan tidak terulang pada lebih banyak masyarakat. Dengan membuka ruang percakapan secara lebih jujur dan manusiawi, 'Faces of Fraud' turut meningkatkan kesadaran publik terhadap modus penipuan yang kian canggih, mulai dari manipulasi psikologis (social engineering) hingga pengambilalihan akun.

"Setiap wajah dalam 'Faces of Fraud' mewakili seseorang yang pernah menaruh kepercayaan pada sistem keamanan identitas, namun gagal terlindungi dari celah yang ada. Kami ingin membuka mata publik bahwa dampak penipuan digital tidak hanya meninggalkan kerugian finansial, tetapi juga luka emosional, hilangnya rasa aman, dan dampak yang membekas dalam kehidupan sehari-hari," ungkap Founder and Group CEO Vida, Niki Santo Luhur.

'Faces of Fraud' menampilkan kisah dari berbagai latar belakang, mulai dari ibu rumah tangga hingga pekerja profesional, yang menjadi bukti bahwa siapa pun bisa menjadi sasaran penipuan digital:

- Pencurian Masa Depan: Seorang pensiunan yang kehilangan seluruh tabungan hidupnya akibat modus pengalihan dana ke aset kripto dalam waktu singkat.

- Penyalahgunaan Identitas: Data pribadi korban digunakan untuk pinjaman online ilegal tanpa persetujuan, meninggalkan beban psikologis berkepanjangan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

- Manipulasi Empati: Orangtua kehilangan dana pengobatan anak akibat terjebak dalam modus donasi palsu.

Vida menyadari bahwa memerangi penipuan digital yang terus berevolusi tidak bisa dilakukan sendirian. Kisah-kisah yang dihadirkan dalam 'Faces of Fraud' menjadi pengingat bahwa di balik setiap kasus terdapat dampak nyata terhadap kehidupan seseorang.

Halaman Selanjutnya

'Whitepaper' Vida bertajuk SEA Digital Identity Fraud Outlook mengungkapkan bahwa fraud modern kini berkembang semakin terorganisasi dengan menggabungkan berbagai metode serangan dalam satu rangkaian yang terencana. Selama kesadaran publik masih rendah dan ekosistem belum bergerak secara kolektif, korban akan terus bertambah.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |