Jangkau 500 Meter dari Pesisir Gunung Anak Krakatau, Pencarian 5 Jurnalis Hilang Kontak Masih Nihil

4 days ago 5

Selasa, 15 September 2026 - 20:11 WIB

VIVA – Upaya menemukan delapan penumpang kapal cepat Arupadhatu 1 yang hilang kontak di perairan Selat Sunda belum membuahkan hasil. Memasuki hari kedelapan operasi pencarian, tim SAR gabungan kembali memperluas penyisiran hingga mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau (GAK).

Bahkan, tim sempat bergerak hingga sekitar 500 meter dari pesisir Gunung Anak Krakatau untuk mengecek informasi mengenai keberadaan kapal yang sebelumnya beredar di media sosial. Namun, pencarian di lokasi tersebut tidak menemukan tanda-tanda keberadaan kapal maupun para penumpang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad, mengatakan tim langsung melakukan verifikasi setelah menerima informasi mengenai dugaan kemunculan objek yang disebut-sebut sebagai Arupadhatu 1.

"Tim SAR di lapangan sempat menurunkan sea reader dan menerbangkan drone dengan jarak kurang lebih 500 meter dari pesisir Gunung Anak Krakatau untuk menindaklanjuti informasi yang beredar. Namun, setelah di-cross check, hasilnya masih nihil," kata Al Amrad dalam konferensi pers di Posko Utama SAR Gabungan, Pantai Carita, Pandeglang, Selasa 15 September 2026. 

Menurut Amrad, area yang disisir tersebut berada di perairan timur laut Pulau Panaitan hingga pesisir Gunung Anak Krakatau. Lokasi itu termasuk dalam sektor C pencarian.

Basarnas mengerahkan KN SAR Tetuka bersama sejumlah armada laut lainnya untuk memastikan informasi tersebut. Tim di lapangan disebut harus bergerak cepat karena informasi yang diterima berasal dari unggahan media sosial.

"Jadi teman-teman di lapangan bermain dengan waktu untuk memastikannya dan dengan informasi yang kami dapatkan dan setelah mereka melakukan cross check tentang informasi tersebut itu hasilnya nihil," ujarnya.

Penyisiran di Sejumlah Wilayah Juga Belum Berhasil

Selain kawasan sekitar Gunung Anak Krakatau, tim SAR gabungan juga melakukan pencarian di lima area sasaran lainnya. Penyisiran diperluas hingga sejumlah wilayah perairan, termasuk di sekitar Pulau Enggano, Bengkulu dan Lampung.

Namun, pencarian yang dilakukan selama berjam-jam belum menemukan petunjuk baru mengenai keberadaan delapan orang yang masih dinyatakan hilang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Penyisiran perairan dari setiap sektor lain yang berlangsung 9-10 jam. Juga nihil," kata Amrad.

Meski belum menemukan hasil, operasi pencarian dipastikan masih berlanjut. Pada Rabu (16/9), pencarian memasuki hari kesembilan dengan melibatkan sedikitnya 20 armada kapal dari berbagai unsur.

Halaman Selanjutnya

Armada tersebut di antaranya terdiri dari kapal SAR Basarnas, kapal TNI Angkatan Laut, serta kapal Polairud Polda Banten.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |