Jakarta, VIVA – Jasa Raharja berkolaborasi dengan Indonesia National Air Carriers Association (INACA), menegaskan komitmen bahwa keselamatan penerbangan harus menjadi budaya yang hidup dalam setiap aspek operasional.
Dalam acara sosialisasi nasional tentang budaya keselamatan dan pemahaman asuransi penerbangan, Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin menegaskan, keselamatan penerbangan harus menjadi budaya yang hidup dalam setiap aspek operasional.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Keselamatan penerbangan harus menjadi budaya yang hidup, bukan hanya tertulis dalam regulasi dan prosedur, tetapi tertanam dalam setiap proses kerja, setiap pengambilan keputusan, dan pada akhirnya dirasakan manfaatnya oleh para penumpang," kata Awaluddin dalam keterangannya, Kamis, 12 Februari 2026.
Ketua Umum Indonesia National Air Carriers Association (INACA), Denon Prawiraatmadja
Photo :
- VIVA.co.id/Mohammad Yudha Prasetya
Menurutnya, keselamatan penerbangan memiliki dimensi yang jauh lebih luas, yang juga menyangkut kepercayaan publik, stabilitas sosial, dan keberlanjutan pembangunan nasional.
Keselamatan ini ditegaskannya menjadi tanggung jawab bersama. Tidak hanya berada di tangan regulator atau operator semata, tetapi menuntut sinergi seluruh ekosistem. Keselamatan menurutnya juga tidak dibangun oleh satu pihak, melainkan oleh konsistensi bersama.
Sebagai BUMN yang menjalankan amanat Undang-Undang Nomor 33 dan 34 Tahun 1964, Jasa Raharja diakui Awaluddin memiliki mandat untuk memberikan perlindungan dasar kepada penumpang angkutan umum, termasuk penumpang angkutan udara.
“Dari sisi pelayanan, Jasa Raharja berkomitmen untuk memastikan negara hadir secara cepat dan tepat ketika terjadi kecelakaan transportasi. Namun, poin yang perlu saya tegaskan adalah kecepatan dan besarnya santunan bukanlah tujuan utama," ujar Awaluddin.
"Santunan adalah bentuk tanggung jawab negara ketika musibah terjadi, tetapi keselamatan tetap menjadi prioritas tertinggi yang harus kita jaga bersama," ujarnya.
Senada, Ketua Umum INACA Denon Prawiraatmadja menyampaikan, komunikasi yang konsisten menjadi kunci dalam membangun budaya keselamatan.
Menurutnya, keselamatan harus terus dikomunikasikan kepada seluruh pemangku kepentingan, termasuk regulator, operator, akademisi, mahasiswa, dan media massa. Dengan demikian, kesadaran tersebut dapat tumbuh menjadi budaya bersama.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Kerjasama INACA dengan Jasa Raharja ini juga merupakan kolaborasi untuk memberikan pemahaman yang baik kepada semua stakeholder,” kata Denon.
Ia juga menegaskan pentingnya penerapan konsep just culture dalam dunia penerbangan, yaitu budaya keterbukaan dalam menyampaikan informasi keselamatan tanpa rasa takut, sebagai fondasi dalam memperkuat sistem pencegahan risiko.
Halaman Selanjutnya
Konsep just culture ini akan dapat dipakai untuk mempertahankan standar keselamatan penerbangan Indonesia yang sudah berada di atas rata-rata global sejak tahun 2017.

4 weeks ago
9











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479806/original/021929400_1768990958-makanan_beku_sehat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500390/original/054028400_1770863825-IMG01145.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)
