Jejak Kelam Laut Jawa: 5 Tragedi Kapal yang Menelan Ratusan Korban, Terbaru Virgo Transport 8

1 hour ago 1

loading...

Kapal Virgo Transport 8 yang mengangkut 243 penumpang, terbalik saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin di perairan Laut Jawa. Foto/Istimewa

JAKARTA - Laut Jawa kembali menjadi lokasi kecelakaan kapal yang menimbulkan korban jiwa dan membuat ratusan orang dinyatakan hilang. Terbaru, KMP Virgo Transport 8 terbalik dalam perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin pada Minggu, 13 September 2026.

Kapal tersebut membawa 243 orang berdasarkan data yang dilaporkan otoritas. Hingga laporan terbaru pada 15 September 2026, 108 orang berhasil diselamatkan, enam orang meninggal dunia, sementara 129 lainnya masih dinyatakan hilang.

Operasi pencarian menghadapi kondisi laut yang berat, dengan gelombang tinggi dan angin kencang menghambat tim SAR. Tragedi Virgo Transport 8 kembali mengingatkan pada sejumlah kecelakaan kapal besar yang pernah terjadi di kawasan Laut Jawa.

Baca juga: Marak Kecelakaan Laut, Ahli Soroti Keselamatan Pelayaran

Beberapa di antaranya bahkan menewaskan atau membuat ratusan orang hilang.

1. KMP Tampomas II, 1981

Salah satu tragedi kapal paling dikenang dalam sejarah pelayaran Indonesia adalah KMP Tampomas II. Kapal milik Pelni itu berangkat dari Jakarta menuju Ujung Pandang, Makassar, pada 24 Januari 1981.

Kapal membawa 1.054 penumpang dan 82 awak, atau total 1.136 orang. Pada malam 25 Januari, ketika berada di sekitar Kepulauan Masalembo, kapal mengalami kebakaran.

Upaya penyelamatan berlangsung dalam kondisi laut yang buruk. Angin kencang dan ombak besar membuat proses evakuasi semakin sulit. Setelah terbakar selama berjam-jam, Tampomas II akhirnya tenggelam pada 27 Januari 1981.

Jumlah korban Tampomas II menjadi salah satu yang paling sering berbeda dalam catatan sejarah. Dalam salah satu laporan media massa, sekitar 288 orang tewas di dek bawah ketika kapal tenggelam.

Sementara catatan lain media massa dari posko Pelni menyebut 671 orang selamat, 90 orang tewas, dan 346 orang belum diketahui nasibnya dari total 1.136 orang di kapal.

Karena perbedaan metode pencatatan dan jumlah korban yang belum ditemukan, angka korban Tampomas II dalam berbagai sumber sejarah tidak selalu sama.

Tragedi tersebut kemudian menjadi salah satu bencana maritim paling terkenal dalam sejarah Indonesia.

2. KM Senopati Nusantara, 2006

Hampir 25 tahun setelah tragedi Tampomas II, Laut Jawa kembali diguncang kecelakaan kapal besar. KM Senopati Nusantara tenggelam pada 30 Desember 2006 ketika berlayar dari Kumai, Kalimantan Tengah, menuju Semarang.

Berdasarkan data yang dilaporkan saat itu, kapal membawa 628 orang, terdiri dari penumpang, awak kapal dan sopir kendaraan. Kapal tersebut tenggelam di sekitar perairan Pulau Mandalika, Jepara, Jawa Tengah, ketika kondisi cuaca buruk melanda Laut Jawa.

Data korban Senopati Nusantara juga mengalami perubahan selama proses pencarian. Salah satu laporan media massa mencatat 235 orang selamat, 63 orang meninggal dunia, sementara 330 orang belum diketahui nasibnya.

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |