Jakarta, VIVA – Transaksi menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) terus menunjukkan pertumbuhan pesat. Bank Indonesia (BI) mencatat volume transaksi QRIS pada Juli 2026 tumbuh 82,42 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy).
Pertumbuhan tersebut menjadi bagian dari peningkatan transaksi ekonomi dan keuangan digital yang terus berlangsung di Indonesia. BI mencatat volume transaksi pembayaran digital secara keseluruhan mencapai 5,50 miliar transaksi pada Juli 2026, tumbuh 28,69 persen secara tahunan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pertumbuhan transaksi QRIS turut didukung oleh semakin luasnya jumlah pengguna dan merchant yang menerima pembayaran menggunakan sistem tersebut.
Perkembangan itu menjadi salah satu fokus Bank Indonesia dalam memperkuat kebijakan sistem pembayaran sebagai bagian dari bauran kebijakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Di tengah peningkatan penggunaan QRIS, BI juga menyiapkan kebijakan baru berupa Merchant Discount Rate (MDR) QRIS 0 persen untuk transaksi dengan nominal tertentu.
MDR QRIS 0 Persen Berlaku Mulai Oktober
Bank Indonesia akan memperkuat kesiapan industri untuk memperluas kebijakan MDR QRIS 0 persen. Kebijakan tersebut ditujukan untuk transaksi hingga Rp100.000.
MDR merupakan biaya yang dikenakan kepada merchant dalam setiap transaksi pembayaran menggunakan QRIS. Dengan kebijakan MDR 0 persen, transaksi QRIS hingga batas nominal yang ditentukan tidak dikenakan biaya MDR kepada merchant.
Kebijakan MDR QRIS 0 persen untuk transaksi sampai dengan Rp100.000 tersebut akan berlaku efektif mulai 1 Oktober 2026.
Langkah ini menjadi bagian dari implementasi digitalisasi sistem pembayaran sesuai dengan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030.
BI menyatakan digitalisasi sistem pembayaran diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, memperluas kegiatan ekonomi digital, serta memperkuat inklusi keuangan.
Pembayaran Digital Capai 5,5 Miliar Transaksi
Pertumbuhan QRIS terjadi seiring dengan meningkatnya aktivitas pembayaran digital secara keseluruhan.
Pada Juli 2026, volume transaksi pembayaran digital mencapai 5,50 miliar transaksi. Angka tersebut tumbuh 28,69 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Selain QRIS, transaksi melalui sejumlah kanal digital juga mengalami pertumbuhan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Volume transaksi melalui internet tercatat tumbuh 9,39 persen secara tahunan. Sementara transaksi melalui aplikasi mobile meningkat 24,25 persen secara tahunan.
Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin luasnya penggunaan layanan pembayaran digital dalam aktivitas ekonomi masyarakat.
Halaman Selanjutnya
BI menilai perkembangan transaksi ekonomi dan keuangan digital tersebut didukung oleh sistem pembayaran yang aman, lancar, dan andal. Dari sisi infrastruktur, kondisi sistem pembayaran juga dinilai stabil dengan struktur industri yang sehat.

3 hours ago
2
















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9310865/original/081850900_1785378315-cropped-2d7f636b-2380-40cc-a881-ea61c56069f5.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8270815/original/044801800_1782121678-1.jpg)