Biang Kerok Penyebab Konser Kotak di Kota Tua Mendadak Berhenti Terungkap! Pelakunya Ditangkap

1 hour ago 1

Senin, 14 September 2026 - 13:36 WIB

Jakarta, VIVA – Suasana konser di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, mendadak berubah pada Minggu malam, 13 September 2026. Penonton yang tengah menikmati penampilan musisi dikejutkan dengan munculnya bau menyengat dan serbuk yang membuat mata terasa pedih hingga sesak napas.

Kondisi tersebut terjadi saat rangkaian konser memasuki hari kedua. Sebelumnya, acara yang telah berlangsung sejak Sabtu, 12 September 2026, berjalan lancar dan kondusif.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kepala UPK Kota Tua Denny Aputra mengatakan bau menyengat mulai tercium sekitar pukul 22.45 WIB ketika acara masih berlangsung.

"Semua berjalan lancar sampai akhirnya jam 22.45 WIB ketika bawa lagu tercium bau nggak enak, seperti kentut," katanya, dikutip Senin, 14 September 2026.

Situasi semakin terasa ketika Band Kotak melanjutkan penampilan hingga sekitar pukul 23.00 WIB. Pengunjung yang berada di area depan panggung mulai merasakan mata pedih dan kesulitan bernapas.

Denny memastikan benda yang membuat pengunjung terdampak bukan gas air mata. Dia menyebut benda tersebut berupa serbuk yang tidak meninggalkan bekas, tetapi menimbulkan bau tidak sedap dan membuat sesak napas.

"Kotak terus perform sampai jam 23.00 puncaknya berasa agak pedih mata diarea depan dan itu bukan gas air mata. Melainkan serbuk dan tidak ada bekasnya. Anehnya, serbuk ini membuat bau tidak sedap dan sesak nafas," kata dia.

Penampilan Kotak pun akhirnya dihentikan. Petugas keamanan langsung bergerak setelah mengetahui kondisi tersebut dan mengamankan seorang pria yang diduga membawa serbuk.

"Tantri Kotak mundur dan berhenti. Security acara langsung mengamankan. Kami bersama 3 pilar, mengamankan dari warga terdampak. Agar yang sesak nafas tertangani," ujarnya.

Denny menyebut pria tersebut diduga sengaja membuat suasana konser menjadi ramai. Kondisi itu diduga akan dimanfaatkan untuk melakukan aksi lain, salah satunya pencopetan.

"Terduga pelaku diduga ingin buat ramai agar melakukan hal lainnya seperti pencopetan," tuturnya.

Setelah pria tersebut diamankan, petugas langsung melakukan sterilisasi terhadap area konser. Proses tersebut disebut berlangsung sekitar 15 menit.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pria yang diamankan kemudian dibawa ke Polsek Subsektor Pinangsia untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

"Secara teknis pelaku sudah ditahan dan kami membuka call center dan DM bila ada warga terdampak lainnya," tutur dia.

Halaman Selanjutnya

Denny memastikan keselamatan pengunjung dan pengisi acara menjadi prioritas dalam penanganan kejadian tersebut. Pihak penyelenggara juga disebut berkomitmen melakukan evaluasi dan memberikan dukungan selama proses penanganan.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |