Jemaah Haji Diimbau Bijak Bermedia Sosial, Tak Semua Bisa Jadi Konten di Arab Saudi

4 weeks ago 10

Kamis, 14 Mei 2026 - 23:23 WIB

VIVA – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026 mengingatkan jemaah haji Indonesia agar lebih bijak menggunakan media sosial selama berada di Tanah Suci. Imbauan ini disampaikan menyusul ketatnya aturan Pemerintah Arab Saudi terkait dokumentasi dan publikasi di ruang publik.

Peringatan tersebut disampaikan Kepala Bidang Media Center Haji (MCH) sekaligus Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah RI, Ichsan Marsha, dalam kegiatan pembinaan petugas sektor, kloter, dan KBIHU di Hotel Tayeb, Sektor 1, Mekkah, Selasa, 13 Mei 2026. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kegiatan itu diikuti ketua kloter, pembimbing ibadah, tenaga kesehatan, hingga petugas pelindungan jemaah. Selain membahas kebijakan penyelenggaraan haji, pendampingan ibadah, edukasi kesehatan, dan jaminan pelindungan jemaah, PPIH juga memberi perhatian khusus pada etika bermedia sosial.

"Kita perlu menyampaikan kepada jemaah mengenai etika publikasi dan bagaimana menggunakan media sosial secara bijak selama berada di Arab Saudi," ujar Ichsan dilansir laman Kemenhaj, Kamis, 14 Mei 2026.

Menurutnya, Arab Saudi memiliki aturan ketat terkait aktivitas dokumentasi maupun penyebaran konten di media sosial. Jemaah diminta memahami batasan yang berlaku agar tidak menimbulkan persoalan hukum.

Ichsan mencontohkan adanya kasus yang melibatkan warga Indonesia karena merekam individu di Arab Saudi tanpa izin. Dalam beberapa kejadian, pihak yang direkam merasa keberatan dan melaporkannya kepada aparat setempat sehingga proses hukum berjalan sesuai aturan yang berlaku.

"Kadang tanpa niat apa-apa, ada jemaah yang mendokumentasikan seseorang, tetapi orang tersebut tidak berkenan lalu melapor kepada aparat," kata Ichsan.

Ia menegaskan, larangan tersebut tidak hanya terkait pengambilan gambar individu, tetapi juga dokumentasi di area-area tertentu yang dianggap sensitif, seperti kawasan pemerintahan, privasi warga Saudi, hingga lokasi tertentu di sekitar kawasan suci.

Karena itu, ketua kloter dan petugas pendamping diminta aktif mengingatkan jemaah agar lebih berhati-hati menggunakan telepon seluler dan media sosial.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ichsan berharap jemaah dapat memfokuskan diri pada persiapan ibadah, terutama menjelang fase puncak haji.

Terkait kemungkinan adanya jemaah yang tersangkut persoalan hukum, ia menyebut penanganannya menjadi kewenangan KJRI yang membidangi pelindungan WNI. Meski demikian, negara tetap memberikan dukungan dan koordinasi dalam proses pelindungan jemaah selama berada di Arab Saudi.

Jemaah haji asal Aceh Tamiang, Hartati Musirun Mukmin menangis mengingat musibah yang dialaminya

Kisah Pilu Hartati Korban Banjir Aceh Tunaikan Ibadah Haji: Rumah Hancur, Uang pun Tak Ada

Hartati berangkat menunaikan ibadah haji dengan sederet duka setelah rumahnya di Aceh Tamiang rusak parah tersapu banjir bandang beberapa waktu lalu, uang pun tak ada.

img_title

VIVA.co.id

14 Mei 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |