Jurnalis Ini Bongkar Kondisi Mengenaskan Israel Usai Serangan Rudal Iran yang Jarang Terungkap

4 days ago 4

Rabu, 11 Maret 2026 - 00:05 WIB

Jakarta, VIVA –Serangan balasan Iran yang diluncurkan setelah tewasnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, pada 28 Februari 2026 disebut berdampak signifikan terhadap Israel. Namun, gambaran terkini mengenai situasi di Israel jarang terlihat di media arus utama maupun di media sosial. Hal ini berkaitan dengan adanya sensor militer yang sangat ketat di negara tersebut.

Kondisi ini diungkapkan oleh seorang jurnalis asal India yang baru kembali dari Israel. Ia mengatakan bahwa pihak berwenang mengontrol dengan sangat ketat apa saja yang boleh didokumentasikan oleh wartawan terkait kerusakan akibat serangan rudal Iran, seperti dilaporkan Al Jazeera.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Pemerintah (Israel) tidak akan memberi tahu apa pun kepada Anda. Anda tidak bisa mengunjungi rumah sakit yang menyimpan jenazah, dan ketika suatu insiden terjadi, kami bahkan tidak tahu di mana lokasi kejadian itu,” ujarnya.

Menurut Singh, otoritas pendudukan Israel juga melarang jurnalis merekam atau memfilmkan kerusakan yang disebabkan oleh serangan rudal Iran.

Kesaksiannya kemudian menyebar luas di berbagai platform media sosial. Banyak pengguna menilai hal tersebut sebagai bukti adanya sensor militer Israel yang sangat ketat selama konflik berlangsung.

Rudal Menghantam Tanpa Peringatan

Singh juga menceritakan adanya perbedaan antara pernyataan resmi pemerintah dan kondisi yang ia lihat langsung di lapangan. Ia mengatakan bahwa beberapa rudal Iran terkadang menghantam target tanpa adanya sirene peringatan sebelumnya.

“Rudal Iran terkadang menghantam tanpa sirene peringatan,” katanya.

Menurut Singh, beberapa warga sipil bahkan meninggal dunia meskipun berada di dalam tempat perlindungan, padahal pemerintah Israel sebelumnya menyatakan bahwa fasilitas tersebut aman dan mampu melindungi warga. Ia juga menegaskan bahwa para wartawan tidak diizinkan mendokumentasikan kerusakan akibat serangan rudal Iran.

Pernyataan ini memicu perdebatan di dunia maya mengenai seberapa banyak informasi yang sebenarnya dibuka ke publik terkait dampak serangan Iran.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebagian pengamat berpendapat bahwa Israel sengaja membatasi informasi mengenai kerusakan dan korban selama konflik guna memengaruhi persepsi publik.

Sementara itu, pihak lain menilai pendekatan tersebut merupakan bagian dari strategi pengelolaan informasi di masa perang, yang bertujuan mengendalikan narasi di dalam negeri selama konflik masih berlangsung.

Halaman Selanjutnya

Perdebatan semakin memanas setelah muncul laporan bahwa NBC News menayangkan rekaman yang memperlihatkan sebuah rudal Iran menghantam Tel Aviv. Namun, lokasi pasti dampak dan tingkat kerusakan tidak diungkapkan kepada publik.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |