Kapal Tanker China Diserang di Dekat Selat Hormuz, Siapa Pelakunya?

6 days ago 10

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:36 WIB

VIVA – Sebuah kapal tanker produk minyak milik China diserang di dekat Selat Hormuz pada hari Senin, menurut laporan media China, Caixin. Insiden itu terjadi di lepas pantai Uni Emirat Arab, dekat Mina Saqr di sisi Teluk Persia dari selat tersebut.

Serangan itu merupakan insiden pertama yang dilaporkan dengan melibatkan kapal tanker minyak China, lapor Caixin, mengutip seseorang yang mengetahui masalah tersebut. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berdasarkan laporan tersebut, serangan tersebut menyebabkan dek kapal terbakar, dan di bagian lambung kapal tersebut tertulis "CHINA OWNER & CREW," 

Sumber keamanan maritim mengatakan kapal yang rusak tersebut diyakini sebagai kapal tanker produk minyak dan kimia berbendera Kepulauan Marshall, JV Innovation, yang telah melaporkan kebakaran di deknya kepada kapal-kapal terdekat pada hari Senin. 

Liu Haining, kepala teknisi kapal, telah turun dari kapal seminggu sebelumnya, sebagai bagian dari rotasi awak kapal yang dijadwalkan, mengatakan kepada ABC bahwa rekan-rekannya yang masih berada di kapal mengatakan haluan kapal terkena tembakan dan terbakar, tetapi tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.

"Pada tahap ini, tidak ada cara untuk memastikan siapa yang menyerangnya," katanya.

"Mungkin bukan rudal — lebih mungkin peluru artileri atau mungkin drone. Masih belum jelas." Meski demikian, Ia mengatakan kapal tersebut tetap beroperasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Masih belum jelas mengapa kapal itu menjadi sasaran, atau apakah insiden itu merupakan kecelakaan. "Mereka tidak menyangka akan diserang karena kapal itu bahkan tidak bergerak," kata Liu.

Meskipun tidak ada yang terluka dalam insiden tersebut, Liu mengatakan serangan itu telah menyebabkan stres yang signifikan di antara para awak kapal. "Semua orang cukup khawatir sekarang," katanya. "Setelah diserang, orang-orang menjadi sangat gugup."

Pesawat Boeing E-3 Sentry AWACS militer AS rusak parah imbas serangan Iran di Pangkalan Udara Prince Sultan Arab Saudi

Arab Saudi dan Kuwait Buka Akses Pangkalan Militer untuk Operasi AS di Selat Hormuz

Arab Saudi dan Kuwait mencabut pembatasan penggunaan pangkalan dan wilayah udara mereka oleh militer AS yang diberlakukan setelah peluncuran operasi AS untuk Selat Hormuz

img_title

VIVA.co.id

8 Mei 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |