VIVA – Musisi sekaligus streamer Reza Arap tengah menjadi sorotan setelah membagikan cerita mengenai aksi sosial yang dilakukannya untuk membantu dunia pendidikan di Nusa Tenggara Timur (NTT). Melalui akun X pribadinya, @yourbae, Reza mengungkap dukungannya terhadap 27 sekolah yang terdampak bencana gempa.
Dari jumlah tersebut, bantuan menyasar 20 sekolah dasar (SD), empat sekolah menengah pertama (SMP), dan tiga sekolah menengah atas (SMA). Hal yang kemudian menarik perhatian publik bukan hanya jumlah sekolah yang dibantu, tetapi juga sumber dana yang digunakan Reza untuk menjalankan aksi tersebut.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Reza Arap menyebut bantuan itu dibiayai menggunakan uang pribadinya. Ia sekaligus menegaskan bahwa dirinya tidak membuka penggalangan dana kepada masyarakat untuk menjalankan program tersebut. Pernyataan itu disampaikan setelah ia membagikan informasi mengenai dukungan yang diberikan kepada puluhan sekolah di NTT.
"Anyway, I’m currently build in total 27 schools around NTT. 20 SD, 4 SMP, and 3 SMA. Nothing to brag about it cuz I already built sums (Gue baru aja bangun 27 sekolah di NTT. 20 SD, 4 SMP, dan 3 SMA. Tidak ada yang perlu dibanggakan, karena sudah bangun beberapa),” tulis Reza Arap di X, dikutip Rabu 16 September 2026.
“Oh ya, pakai duit pribadi, ya. Kali-kali ada yang nanya galang dana di mana. Tidak,” lanjutnya.
Unggahan tersebut kemudian mengundang beragam tanggapan dari warganet. Sejumlah pengguna media sosial memberikan apresiasi terhadap perhatian Reza terhadap sekolah-sekolah yang berada di wilayah terdampak bencana.
Meski dalam unggahannya Reza menggunakan istilah membangun 27 sekolah, ia kemudian memberikan penjelasan lebih rinci mengenai bentuk bantuan yang sebenarnya diberikan. Dukungan tersebut tidak berarti Reza membangun seluruh gedung sekolah dari awal hingga menjadi bangunan permanen.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Reza Arap menjelaskan bahwa sekolah-sekolah yang menjadi sasaran bantuan mengalami kerusakan setelah bencana gempa. Kondisi tersebut membuat proses belajar mengajar harus dilakukan dengan fasilitas yang serba terbatas.
Dalam situasi tersebut, kebutuhan paling mendesak adalah menyediakan tempat belajar yang dapat digunakan siswa sembari menunggu kondisi sekolah kembali pulih. Reza menyebut sebagian siswa bahkan harus belajar dengan menggunakan terpal karena bangunan sekolah tidak lagi memiliki atap yang layak.
Halaman Selanjutnya
“Itu 27 sekolah yang hancur karena bencana gempa kemarin. Sementara, mereka belajar pakai terpal soalnya enggak punya punya atap,” jawab Reza Arap.

3 days ago
11




















