Keamanan Jadi Faktor Penting Pariwisata Berkelanjutan

3 days ago 2

Rabu, 16 September 2026 - 23:35 WIB

VIVA –Keamanan menjadi salah satu faktor yang menentukan keberlanjutan sebuah destinasi wisata. Staf Ahli Bidang Manajemen, khususnya Manajemen Krisis Kepariwisataan, Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Fadjar Hutomo mengatakan persepsi wisatawan terhadap keamanan turut memengaruhi minat mereka untuk berkunjung kembali. 

“Pariwisata itu adalah tentang persepsi. Ketika sebuah destinasi wisata alam dipersepsikan aman untuk dikunjungi, minat wisatawan untuk datang kembali akan tinggi. Sebaliknya, ketika sebuah destinasi dipersepsikan tidak aman karena bencana alam tidak tertangani dengan baik, sering terjadi kecelakaan, atau kriminalitas, ini menjadi barrier bagi pariwisata berkelanjutan,” ujar Fadjar, Selasa 15 September 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Fadjar mencontohkan Taman Nasional Gunung Bromo, Jawa Timur, yang sempat ditutup akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Meski demikian, menurut dia, kondisi tersebut tidak menurunkan minat wisatawan karena Bromo masih dipersepsikan aman untuk dikunjungi.

“Awareness wisatawan terhadap kelestarian Bromo tinggi. Meski mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla), wisatawan mempersepsikan Bromo aman untuk dikunjungi,” tambah Fadjar.

Fadjar Hutomo mengatakan, pariwisata adalah tentang persepsi sehingga destinasi wisata alam yang dipersepsikan aman untuk dikunjungi, minat wisatawan untuk datang kembali tinggi. Sebaliknya,  sebuah daerah (destinasi wisata) dipersepsikan tidak aman karena peristiwa bencana alam tidak tertangani dengan baik, sering terjadi kecelakaan, dan  kriminalitas tentu ini menjadi hambatan (barrier) untuk kepariwisataan berkelanjutan. 

“Aspek safety menjadi sangat penting. Ibu Menteri Pariwisata menetapkan keselamatan pariwisata menjadi salah satu program prioritas. Intinya, tourism is not only about beauty, but also safety, “ kata Fadjar Hutomo, seraya mengatakan keamanan, kenyamanan, dan pelestarian alam menjadi perhatian utama terhadap pengembangan pariwisata alam Taman Nasional Gunung Bromo agar berkualitas dan  berkelanjutan.

Kemenpar melihat faktor kelalaian manusia (masyarakat/wisatawan) seperti menggunakan flare untuk keperluan foto prewedding, membuang puntung rokok sembarangan di area savana, dan lupa mematikan  sisa perapian (api unggun) sering menjadi sumber kebakaran. Juga faktor alam  pada musim kemarau dengan suhu panas ektrem disertai angin kencang membuat  percikan api kecil cepat merambat dan membesar membakar padang savana kering sehingga sulit dikendalikan. 

Halaman Selanjutnya

Kemenpar mengajak  semua pihak terkait untuk meningkatkan kewaspadaan yang tinggi serta pengawasan yang ketat dalam penerapan SOP (Standar Operasional Prosedur) tehadap masyarakat atau wisatawan.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |