Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen, Reynaldo Bryan Ingin Hapus Dikotomi HIPMI Daerah dan Kota

3 weeks ago 13

Sabtu, 16 Mei 2026 - 20:00 WIB

Jakarta, VIVA – Semangat persaudaraan dan sinergi pengusaha muda dari berbagai penjuru Nusantara semakin menyala jelang Musyawarah Nasional (Munas) BPP HIPMI ke-XVIII.

Hal ini terlihat nyata dalam acara silaturahmi akbar bertajuk "Malam Kolaborasi Daerah" yang diinisiasi oleh Calon Ketua Umum (Caketum) BPP HIPMI Masa Bakti 2026-2029, Reynaldo Bryan, pada Jumat malam, 15 Mei di Plataran Senayan, Jakarta Selatan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mengusung semangat "Kolaborasi Daerah untuk Indonesia", acara ini tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, melainkan panggung pembuktian visi yang menyatukan.

Arus dukungan yang solid tampak mengalir deras melalui kehadiran belasan pimpinan Badan Pengurus Daerah (BPD) HIPMI se-Indonesia yang malam itu kompak merapatkan barisan, menyamakan frekuensi untuk mengawal langkah caketum Reynaldo Bryan menuju kursi kepemimpinan.

Suasana keakraban begitu terasa sepanjang acara yang dihadiri oleh deretan tokoh penting. Selain para Ketua Umum BPD dari berbagai daerah, hadir pula tokoh muda nasional Kaesang Pangarep, Ketua Umum BPP HIPMI Akbar Himawan Buchari (AHB), serta jajaran Mantan Ketua Umum (Mantum) BPP HIPMI.

Acara berlangsung meriah, dengan puncak acara berupa pemaparan visi misi secara langsung oleh caketum Reynaldo Bryan.

Dalam pidatonya, Reynaldo menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh tokoh dan Ketua BPD yang hadir. Ia juga merefleksikan perjalanan panjangnya yang murni berangkat dari perjuangan kader daerah.

"Kisah saya dimulai dari 9 tahun lalu di masa Ketum Bahlil, berangkat dari BPD HIPMI Papua Barat. Saya berproses menjadi Bendahara Umum BPD HIPMI Papua Barat, lalu dipertemukan dengan Ketum Akbar Himawan Buchari, hingga hari ini berdiri di sini mencalonkan diri sebagai Ketua Umum BPP HIPMI," kata Reynaldo.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebagai representasi daerah, Reynaldo menegaskan komitmennya untuk menghapus dikotomi pusat dan daerah, serta mendorong pengusaha lokal menjadi pemeran utama dalam target pertumbuhan ekonomi nasional.

"Tidak ada perbedaan antara HIPMI daerah atau kota. HIPMI harus jadi lokomotif utama untuk mengejar pertumbuhan ekonomi 8 persen. Tidak ada rumus pertumbuhan ekonomi yang berhasil kalau kita tidak menumbuhkan pengusaha-pengusaha muda baru di daerah. Mengapa? Karena jumlah pengusaha baru kita saat ini masih kurang. Itulah mengapa visi yang kita bawa adalah P.A.T.E.N," tegasnya.

Halaman Selanjutnya

Reynaldo juga memaparkan bahwa untuk mendapat kepercayaan di sektor-sektor strategis pemerintahan, pengusaha muda harus membangun kapasitas yang kuat.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |